Senin, 30 September 2019

WISATA EDUKASI KE BIOTROP


WISATA EDUKASI KE BIOTROP

MGMP Kodya Wilayah 1 Jakarta Timur bersepakat untuk melakukan kunjungan ke BIOTROP Bogor. Kamis 12 September 2019 kami berkumpul pagi jam 07.00 WIB di depan Sekolah Al Azhar, dekat kantor Walikota Jakarta Timur. Sengaja temapt itu dipilih untuk memudahkan teman-teman dari 5 kecamatan. Bus sudah terparkir satu persatu kami datang. Setelah semua kumpul kami 54 orang guru IPA se Jakarta Timur wilayah 1 melakukan perjalanan.
Alhamdulilah lancar kami tiba ditempat sedikit lebih awal, kami gunakan untuk membuat foto kenangan. Sambil menikmati suasana asri di sana. Kurang lebih 10 hektar luas tempat itu sangat asri dan rindang. Segar sekali udaranya. Setelah waktunya pas kami diberikan pengarahan di ruang Matoa. Sedikit perkenalan dan ucapan terima kasih kami lakukan dengan pihak Biotrop.
Selanjutnya kami dibagi menjadi 3 kelompok dan mulai melakukan kunjungan di 6 tempat di sana. Banyak informasi yang kami dapatkan dan contoh-contoh baik ditempat itu. Laboratorium Entomologi, Laboratorium Natural product, Laboratorium kultur jaringan, Hidroponik, Aquaponik dan Budi daya jamur tiram adalah area yang kami kunjungi. Sungguh senang berada disana, walau waktu sepertinya sangat cepat berlalu. Mungkin lain kali akan lebih lama lagi waktu yang kami peroleh sehingga lebih banyak lagi yang bisa kami pelajari.

Minggu, 01 September 2019

PENGEMBANGAN DIRI YANG BERKEMBANG



PENGEMBANGAN DIRI YANG BERKEMBANG





Pengembangan diri. Jujur dulu agak kecewa dengan aturan baru ini, bahwa kami sebagai guru harus mengembangkan diri, berat rasanya, tidak cukup waktu untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai guru ditambah lagi dengan harus mengembangkan diri sebagai seorang pendidik. Walaupun dengan rasa kecewa tapi aku jalani saja semuanya, ikuti aturan yang ada berusaha untuk menjadi sebaik mungkin seperti yang diharapkan oleh aturan tersebut. Walaupun terseok-seok menjalaninya dan memang sangat sulit untuk bisa maksimal di keduanya tapi ya harus dijalani. Sebagai manusia pastilah mau lebih baik dari hari kemarin tapi dengan alasan juga sebagai manusia biasa waktu, tenaga, pikiran sepertinya sangat berat untuk bisa menjadi ideal seperti itu. Aku mencoba saja, ku jalani semuanya satu persatu sampai di satu titik dimana, terjawab sudah apa yang aku pertanyakan untuk apa semua ini. Saat aku mengikuti sebuah lomba guru. Sebenarnya aku sendiri tidak ingin ikut karena teman yang meminta saat itu beliau sedang penelitian akhirnya aku yang ikut lomba tersebut. Tidak ada beban sama sekali waktu menjalaninya. Karena semua berniat hanya untuk pengembangan diri saja, memenuhi tuntutan aturan.


Menurut undangan lomba dilakukan dalam 2 hari, tes berupa portofolio, tes tertulis, wawancara dan presentasi. Karena ini pertama kali ikut, ada perubahan yang tak terduga semua tes dilakukan pada hari pertama. Setelah pembukaan tes tulis langsung dilakukan. Portofolio sebelumnya sudah dikumpulkan untuk dinilai. Kurang lebih 1 jam soal tes tertulis 40 soal aku kerjakan lumayan susah juga. Belum sempat berfikir benar tidak ya tadi jawabannya, aku sudah harus melanjutkan tes yang berikutnya wawancara dan presentasi. Untuk dua tes ini aku pikir ada di hari kedua tapi ternyata tidak. Sudahlah aku harus siap, tes wawancara berjalan lancar pertanyaan seputar tupoksi dan 4 kompetensi guru. Tes presentasi yang agak kurang matang aku persiapkan, makalah pun aku print ditempat tes. Ide presentasi secara online pun pada detik terakhir baru terfikir. Alhamdulillah dengan bantuan teman-teman juri merespon cukup baik, apa yang aku lakukan karena ternyata beliau juga seorang dosen di sekolah terbuka yang menggunakan juga pembelajaran secara online. Hari pertama tes telah berlalu menyisakan lelah luarbiasa, aku harus menunggu sampai sore untuk bisa presentasi sebagai peserta terakhir. Hari ke 2 diisi dengan teman-teman yang belum sempat tes wawancara dan presentasi. Sebelum penutupan kami diberi pembekalan apa-apa saja yang harus kami persiapkan jika kami menang dan maju ke tingkat provinsi.


Lama aku menanti hasil dari penjurian tidak terlalu yakin aku tapi penuh rasa penasaran siapa ya juaranya. Beberapa kawan yang tahun lalu sudah pernah masuk nominasi 10 besar pun menanyakan apakah sudah ada pengumuman. Tapi belum ada informasi aku pasrah tentu saja tidak mau asal-asalan harus berusaha yang terbaik pengalaman ini sungguh luar biasa. Aku jadi tahu bahwa memang harus dipaksa untuk bisa lebih baik dari kemarin. Ternyata adalah hal yang alamiah mengembangkan diri karena sejatinya manusia harus berubah menjadi lebih baik jika tidak maka kita akan terlena dan tidak berbuat apa-apa.


Kejutan itu pun sampai juga sebuah pesan elektronik sebuah aplikasi online dari pengawas menyatakan aku menjadi juara 1. Sungguh kaget senang sekali tapi masih ragu ini bener tidak ya. Pengawas meyakinkan aku bahwa itu benar dan aku besok menyerahkan berkas portofolio aku ke Dinas Pendidikan karena besok terakhir. Wah ini lebih mengagetkan aku lagi. Dengan perasaan yang masih bingung tak percaya aku harus berfikir keras bagaimana untuk besok mendadak sekali. Dalam semalam aku kebut semua persiap sampai pagi. Kurang maksimal tapi sudah berusaha semampu aku dengan waktu yang mepet sekali. Tes tulis dilakukan pada hari jumat sehabis membagi raport aku lakukan tes dengan kepasrahan. Tes menggunakan komputer dengan lembar jawaban manual. Soal yang lumayan cukup banyak 100 soal karena ada pembukaan dulu cukup menguras konsentrasi juga, sehingga tes sampai sore. Lagi-lagi lelah sekali beruntung setelah itu libur semester jadi ada waktu untuk bersantai.Setelah beberapa waktu tes selanjutnya yaitu tes wawancara oh ini adalah tes yang sangat menegangkan. Luar biasa ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di ruang serbaguna Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang merupakan gedung baru seperti mimpi rasanya. Setelah pembukaan kami diarahkan untuk menunggu. Nama kami akan dipanggil untuk masuk ruangan dan wawancara oleh 2 orang juri. Tegang sekali aku waktu itu karena informasi-informasi yang beredar dari yang sudah pernah, tes ini agak susah. Lama aku menunggu sampai sore menjelang sholat Ashar baru namaku dipanggil. Diruangan 3 juri sudah menunggu, juri utamanya wajahnya tanpa senyum mungkin ini tes mental, pertanyaan pun cukup menekan menyulitkan aku untuk menjawab. Malu juga karena sangat kurang persiapan dan tidak menyangka bahwa ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Aku jadikan pengalaman untuk lebih baik lagi kedepannya. Banyak masukkan dan koreksi membuat aku tertantang. Argumentasi keterampilan yang harus juga diasah sebagai modal untuk berdiskusi. Niat awal yang hanya ingin mengembangkan diri menjadi penyeimbang bahwa tidak apa sekarang banyak kurangnya nanti ke depan harus lebih baik lagi.


Kalau diingat-ingat ingin rasanya mengulang kembali wawancara itu. Ingin lebih bisa maksimal lagi tapi karena grogi dan tegang pesan jadi kurang bisa tersampaikan. Kompetisi harus dengan persiapan. Aku akhirnya pulang dengan sedikit pertanyaan para juri bilang tahun depan akan lebih siap. Apakah ini artinya aku kalah?. Masih sanggupkah aku untuk mengulangi proses ini lagi?.Berapa lama waktu berlalu sampai 1 hari beredarlah informasi bahwa ternyata aku juara 3 alhamdulillah wah kejutan yang luar biasa lagi. Hampir tidak bisa dipercaya seorang teman memang sudah mengingatkan aku bahwa pada tingkat provinsi lawan-lawan akan berat tapi waktu itu aku tidak menyangka akan seperti ini. Karena aku tidak punya beban tidak punya ambisi untu juara sepertinya itu harus diruba, bahwa bila kita sudah masuk ke dalam kompetisi maka harus berusaha untuk menang. Juara 1 dan juara 2 adalah guru-guru yang aku harus ikuti untuk lebih banyak lagi berkarya.

                                          Foto bersama Walikota Jakarta Timur diambil dari KOMINFOTIK