HOTS
OKI SIWI
NO. KTA PGRI
09030602530
Membiasakan berfikir secara kritis
terhadap suatu persoalan melatih kita untuk mencari penyelesaian menggunakan
pengetahuan dan keterampilan yang ada. Keterampilan
dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung pondasi awal yang harus dikuasai.
Keterampilan dan kemampuan ini adalah literasi dasar minimal yang dapat menjadi
cara untuk lanjut pada proses berfikir yang selanjutnya. Berfikir dengan
tingkatkan kritis dan analisis harus menguasai dulu literasi dasar ini. Kombinasi
keduanya dapat memaksimalkan semua potensi yang ada pada diri untuk mengatasi tantangan,
hambatan dan persoalan dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan dan masyarakat.
Kemampuan dasar ini harus ditunjang oleh sebuah proses berfikir yang lebih
tinggi dari sekedar mengingat, memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang
telah dimiliki.
Suatu tatanan masyarakat yang
telah mampu menggunakan cara berfikir kritis analisis akan relatif lebih stabil
jika menghadapi suatu gejolak atau bersoalan. Lebih mengutamakan untuk mencari
informasi yang benar, bersikap tenang, dan menghargai hukum yang berlaku. Masyarakat
yang lebih banyak mengunakan akal fikirannya lebih dahulu daripada bertindak kasar
dan main hakim sendiri. Kemampuannya untuk dapat menyelesaikan masalah tanpa
menimbulkan masalah yang baru adalah ciri orang yang telah dapat berfikir
kritis analisis. Masyarakat yang dipimpin atau memiliki banyak orang yang mampu
berfikir kritis analisis akan lebih tertata dan rukun.
Perbedaan yang muncul dalam
masyarakat akan menjadi bagian yang sangat dihargai dan dihormati sebagai
kekayaan yang harus dijaga. Masyarakat dengan kemampuan menanggapi permasalah
dengan dewasa dan fokus pada solusi maka dapat dipastikan berisi orang-orang
yang mampu menggunakan cara berfikir dengan tingkatan yang tinggi. Menggunakan
mental dan kognisi dengan level yang tinggi sehingga dapat menuju pada
ditemukannya jalan keluar. Orang dengan kemampuan ini akan selalu berfikir dua
kali sebelum mengambil keputusan, mempertimbangkan dan mengevalusi semua
tindakan yang diambil.
Komunitas masyarakat ini akan
sampai pada puncaknya saat berhasil menghasilkan karya bersama yang mencirikan
daerah atau wilayah tersebut. Karya menjadi jati diri buah fikiran yang dihasilkan
dari kumpulan orang-orang yang menggunakan cara berfikir pada level yang
tinggi. Jika suatu komunitas telah berhasil sampai pada posisi ini maka keberhasilan
dan kesuksesan bersama dapat diraih. Suatu contoh daerah yang memiliki masalah
dengan banyaknya pertumbuhan tanaman enceng gondok. Hal ini menjadi masalah
namun dengan digunakannya cara berfikir yang kritis analitis ditemukan solusi yang
menguntungkan. Tumbuhan enceng gondok yang tadinya gulma diubah menjadi
berbagai kerajinan tangan yang menarik. Karya kerajinan dengan berbagai produk
yang dibutuhkan masyarakat memilliki nilai jual yang mendatangkan pendapatan pada
masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Berfikir tingkat tinggi harus
melatih kita kritis dan selalu menganalisis persoalan yang dihadapi. Tindakan
dan langkah selanjutnya harus dapat dievaluasi dan dinilai keberhasilanya.
Kegagalan bisa saja terjadi. Namun begitu sebaiknya dicoba kembali menjadi
jalan, berbekal pengalaman yang lalu. Sampai akhirnya akan lahir karya yang
menjadi jalan menuju terselesaikannya persoalan yang kadang diikuti dengan
munculnya nilai tambah. Nilai tambah yang muncul mungkin saja bukan nominal sejumlah
uang. Banyak hal baik yang bisa mengikuti muncul dan membuat komunitas masyarakat
di wilayah tersebut menjadi lebih baik lagi. Kebersamaan yang didasari pada
saling percaya dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Membangun diri dengan
berfikir kritis analisis dan akhirnya tercipta masyarakat yang produktif.
Jakarta, 24 Februari
2021.


0 komentar:
Posting Komentar