Sabtu, 29 April 2023

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN



“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).Bob Talbert.

Kutipan di atas kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang saya pelajari saat ini adalah nilai-nilai kebajikan menjadi dasar dan penting ditanamkan dalam diri seorang anak, diharapkan nantinya jika dihadapkan pada suatu keadaan yang membutuhkan keputusan maka keputusan yang dibuah adalah keputusan yang berdasarkan nilai-nilai kebajikan.

Nilai-nilai atau prinsip yang kita anut pasti akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil dan memberikan dampak pada lingkungan kita. Karena keputusan yang diambil akan melalui pertimbangan, saat melakukan ini maka nilai-nilai yang kita anggap penting akan mempengaruhi pemikiran kita dalam mengambil keputusan.

Saya sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan saat merancang pembelajaran dapat memilih untuk memasukan pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang berpusat pada murid. Sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, bermakna sesuai dengan kesiapan belajar, kebutuhan dan profil murid.

 

Education is the art of making man ethical.

(Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis).

~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Menurut saya maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah saya alami di modul ini adalah dalam suatu proses pendidikan harus berlangsung transfer pengetahuan dengan cara yang menyenangkan dan membuat anak menjadi menghargai diri dan lingkungannya. Bukan hanya sekedar belajar dan mengajar namun memberikan pengalaman belajar yang memberikan goresan karakter sehingga tertanam dalam diri anak nilai-nilai kebajikan yang membuatnya menjadi anak yang baik berkarakter sesuai profil pelajar Pancasila.

 

Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Pratap triloka terdiri dari 3 semboyan yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani artinya adalah didepan memberi, teladan di tengah membangun motivasi, di belakang memberikan dukungan. Filosofi Ki Hajar Dewantara ini sangat mendukung penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Dalam melakukan pengambilan keputusan seorang pemimpin harus dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait dan dampak dari keputusan yang dibuat. Berpihak pada murid, memperhatikan nilai-nilai kebajikan dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil adalah hal-hal yang perlu menjadi dasar mengambil keputusan. Kebijaksanaan, musyawarah dan aturan yang berlaku juga bisa dijadikan arahan dalam memutuskan sesuatu. Keputusan seorang pemimpin pembelajaran harus dapat menginspirasi, memberikan motivasi dan mendukung berlakunya budaya positif.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Di saat membuat keputusan ada proses pertimbangan yang terjadi. Pertimbangan ini secara tidak sadar akan sangat dipengaruhi dengan nilai-nilai yang kita yakinin di saat akan membuat keputusan. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri akan membentuk cara kita berpikir dan membuat keputusan. Setiap manusia pasti akan memberikan pertimbangan yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, hal ini juga akan memberikan hasil keputusan yang mungkin saja akan berbeda pula tentu saja yang sesuai dengan nilai diri. Itulah mengapa seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai diri yang baik, berpihak pada anak, kreatif, inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Panduan dengan 9 langkah pengujian akan memperkuat seorang pemimpin dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai kebajikan yang universal.

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching merupakan proses bimbingan yang membuat coachee menemukan sendiri solusi dari persoalan yang dihadapi sehingga semakin tergali potensi diri. Setiap manusia akan memiliki naluri untuk mempelajari hal baru, sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan. Praktik coaching yang telah  saya lakukan bersama dengan sesama CGP, pengajar praktik dan rekan sejawat melatih saya untuk mampu membuat keputusan-keputusan yang diperlukan agar masalah yang dihadapi terselesaikan. Pengambilan keputusan tidak selalu berjalan efektif pada awalnya,  namun seiring dengan waktu proses coaching menjadi lebih natural dan berjalan sesuai dengan alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi dan Tanggungjawab). Pengambilan keputusan menjadi lebih efektif jika sudah melalui 9 langkah pengujian. Langkah pertama saya harus mengenali dulu nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus tersebut. Kemudian  saya harus menentukan siapa saja yang terlibat. Setelah itu kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan kasus. Langkah selanjutnya saya lakukan pengujian benar atau salah  melalui berbagai uji berikut yaitu uji legal, Regulasi/Standar Profesional, Intuisi, Publikasi, Panutan/Idola. Jika lulus semua uji maka dapat dilanjutkan pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi,  investigasi opsitrilema, lalu buat keputusan, terakhir lihat lagi keputusan dan refleksikan. Pertanyaan tentang bagaimana membeda dilema etika dan bujukan moral tidak lagi muncul setelah berlatih melakukan coaching dalam mengambil keputusan dengan 9 langkah pengujian. Dilema etika terjadi jika pilihan yang ada adalah benar dan benar sedangkan bujukan moral adalah saat pilihan yang ada benar dan salah.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosional akan sangat mempengaruhi terhadap pengambilan suatu keputusan terutama masalah dilema etika. Dilema etika adalah masalah yang muncul dengan pilihan dimana keduanya sama-sama benar dan punya nilai kebajikan. Membuat keputusan dilema etika cenderung lebih sulit dan sangat dipengaruhi oleh seberapa baik kemampuan seorang guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosional. Kompetensi sosial dan emosional yaitu Kesadaran Diri, Manajemen Diri, Kesadaran Sosial, Keterampilan Berelasi, Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab. Memahami dan memiliki kemampuan mengelola serta menyadari aspek sosial dan emosional adalah suatu keuntungan yang besar jika dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran karena salah satu kompetensinya pengambilann keputusan yang bertanggung jawab. Pengambilan keputusan jelas membutuhkan kematangan dan kedewasaan diri. Seorang guru akan selalu memperhatikan well-being dari murid-muridnya untuk itu diperlukan penentuan dan keputusan dari pilihan-pilihan metode dan cara belajar yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan murid sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Kasus-kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika sangat penting untuk diselesaikan secara tuntas, nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik harus berpusat pada nilai-nilai kebajikan universal. Masalah etika agaknya cenderung lebih sulit diputuskan karena biasanya pertentangan yang terjadi antara benar dan benar atau kedua pilihan punya nilai kebajikan. Jika sudah seperti ini maka pilihan manapun yang dipilih akan tetap punya nilai kebenaran akan tetapi pilihan akhir yang akan menjadi keputusan biasanya akan sangat dipengaruhi secara tidak langsung dengan nilai-nilai yang lebih kuat dianut oleh seorang pendidik yang terlibat dalam masalah ini sebagai pembuat keputusan. Agaknya tidak terlalu berlebihan jika seorang pendidik diharusnya punya nilai-nilai universal yang baik tertanam dalam dirinya, berpihak pada murid dan bertanggung jawab. Diharapkan nantinya jika berhadapan pada dilema etika maupun bujukan moral keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik dan telah melalui 9 langkah pengujian.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dibuat dari proses yang telah mempertimbangkan semua hal, bisa diterapkan dengan melakukan 9 langkah pengujian. Seorang pemimpin pembelajaran yang baik akan bijaksana, meminta pendapat orang lain, belajar dari pengalaman dan mengutamakan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada murid dan bertanggungjawab. Keputusan yang diambil tentu saja tidak bisa menyenangkan semua orang akan tetapi semua yang terlibat dan berada di lingkungan sekolah harus patuh dan melaksanakan keputusan yang telah disepakati dengan penuh tanggungjawab. Harus ditanamkan rasa percaya dan komitmen bersama bahwa semua yang telah diputuskan adalah yang terbaik dan telah dipertimbangkan dengan matang.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang ada di lingkungan saya dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika adalah belum tersosialisasi pemahaman dilema etika dan pembiasaan terhadap proses serta pelaksanaan pengambilan keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin. Ya perubahan paradigma yang baru dilingkungan saya tentu saja sangat berpengaruh karena sekolah kami baru saja melakukan perubahan jadi masih dalam proses menuju peningkatan dan perbaikian menggunakan paradigma yang baru. Saya yakin kedepannya pasti akan lebih baik lagi seiring dengan berjalannya paradigma yang baru.

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Keputusan yang diambil seorang guru dalam memilih pengajaran yang memerdekakan murid-murid akan sangat berpengaruh. Murid yang terlayani sesuai dengan bakat dan minatnya belajar dengan senang dan gembira akan tumbuh menjadi anak yang kompeten. Pembelajaran yang berdiferensiasi bisa diterapkan untuk menciptkan pembelajaran yang tepat sesuai potensi murid yang berbeda-beda. Melakukan asesmen diagnostik terlebih dahulu agar dapat melakukan pemetaan terhadap kebutuhan belajar murid. Setelah itu dapat ditindaklanjuti dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi konten, proses atau produk agar pembelajaran menjadi sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan belajar murid.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran dapat membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid karena apa yang dilakukan dalam kegiatan belajar dan mengajar akan diingat dan memberikan pengaruh pada diri murid. Pengalaman belajar dan suasana yang tak terlupakan akan membekas dalam ingatan dan hati seorang murid. Sangat penting bagi seorang guru untuk merancang dan mempersiapkan pembelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, kesiapan dan kebutuhan belajar murid. Mempersiapkan proses belajar dengan memilih dan membuat keputusan yang tepat mulai dari media pembelajaran, model, evaluasi dan apa yang dibutuhkan murid sangatlah penting. Nilai-nilai dan proses yang terjadi dalam kelas akan membentuk dan mempengaruhi perkembangan murid.

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin merupakan materi yang penting bagi seorang pemimpim pembelajaran. Setelah mempelajari materi ini pengetahuan dan keterampilan dalam menganalisis penyelesaian suatu kasus menjadi bertambah dengan mampu membedakan kasus dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.1 refleksi filosofis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah dalam melakukan pengambilan keputusan harus mengutamakan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada muird dan bertanggung jawab. Sehingga akan tercipta pemimpin pembelajaran yang menjadikan murid sebagai pusat pembelajaran, mendidik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak adalah sebagai guru penggerak dengan nilai-nilai kemandirian, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak kepada murid membutuhkan panduan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai salah satu cara untuk mengambil keputusan untuk memperkuat nilai-nilai yang telah dimiliki.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.3 visi guru penggerak adalah dengan mempraktikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat dijadikan salah satu proses membentuk pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Dalam mewujudkan visi kedepannya nanti 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat membantu menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.4 budaya positif adalah 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat dijadikan salah satu budaya yang dapat menghasilkan keputusan yang berpihak pada murid dan nilai-nilai kebajikan. Keputusan yang dihasilkan pun dapat dipertanggungjawabkan.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 2.1 memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi adalah pengambilan dan pengujian keputusan yang dilakukan seorang pemimpin pembelajaran sehingga mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik murid, memperhatikan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 2.2 pembelajaran sosial dan emosional adalah seorang pemimpin pembelajaran yang baik dalam mengambil dan mengujikan suatu keputusan harus memperhatikan dan menggunakan pembelajaran sosial dan emosional dengan 5 kompetensinya kesadaran diri, kesadaran sosial, manajemen diri, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 2.3 coaching untuk supervisi akademik adalah pemimpin pembelajaran sebaiknya melakukan coaching kepada coacheenya agar dapat menerapkan pengambilan dan pengujian keputusan dalam menghadapi suatu persoalan sehingga nantinya dapat memberikan rasa percaya diri atas keputusan yang telah dibuat sesuai langkah-langkahnya.

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika merupakan peristiwa dimana terdapat dua persoalan yang keduanya sama-sama mempunyai nilai kebenaran dan kebajikan. Bujukan moral merupakan peristiwa dimana terdapat dua persoalan salah satunya mempunyai nilai kebenaran namun yang satunya tidak. Memahami  4 paradigma dilema etika yaitu melihat persoalan tersebut dalam pertentangan  yang mana apakah individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), atau jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Saya juga telah memahami 3 prinsip dilema etika yaitu berpikir berbasis hasil akhir (ends-based thinking), berpikir berbasis peraturan (rule-based thinking) atau berpikir berbasis rasa peduli (care-based thinking). Melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan untuk penyelesaian masalah, langkah-langkahnya mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, pengujian benar atau salah dengan uji legal, uji regulasi/standar profesional, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan/idola jika ada yang tidak sesuai maka masalah tersebut adalah bujukan moral dan tidak perlu dilanjutkan pengujiannya namun jika semua uji sesuai maka masalah ini adalah  dilema etika sehingga bisa lanjut ke pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilemma, buat keputusan, lihat lagi keputusan dan refleksikan. Hal-hal diluar dugaan saya adalah antara dilema etika dan bujukan moral adalah dua hal yang berbeda. Mempelajari perbedaannya melalui kasus-kasus yang ada awalnya masing sedikit membingungkan namun setelahnya mulai terlihat dimana letak perbedaanya dengan melakukan 9 langkah pengujian. Dalam melakukan penyelesaian masalah terhadap keduanya juga membutuhkan pendekatan yang berbeda.

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Ya pernah, sebelum mempelajari modul ini saya pernah dihadapkan pada situasi moral dilema tapi saya belum tahu itu, yang saya tahu ada masalah dan saya harus membuat keputusan. Keputusan yang saya ambil pun dibuat tanpa dasar pengetahuan tentang 9 langkah pengujian. Setelah mempelajari modul ini tentu saja saya menjadi lebih tahu, pengambilan keputusan pun dilakukan dengan menganalisis dulu dengan pengujian langkah pertama harus mengenali dulu nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus yang dihadapi. Kemudian harus ditentukan siapa saja yang terlibat. Setelah itu kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan kasus. Langkah selanjutnya lakukan pengujian benar atau salah  melalui berbagai uji berikut yaitu uji legal, regulasi/standar profesional, intuisi, publikasi, panutan/idola. Jika lulus semua uji maka dapat dilanjutkan pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi,  investigasi opsitrilema, lalu buat keputusan, terakhir lihat lagi keputusan dan refleksikan.

  • Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Modul ini memberikan dampak pada diri saya setelah saya mempelajarinya. Sebelum mengikuti pembelajaran modul ini saya adalah orang yang sering ragu setelah mengambil keputusan, mempertanyakan kembali benar tidak ya keputusan saya ini?Karena biasanya keputusan yang saya buat hanya berdasarkan perasaan dan  mengikuti aturan yang berlaku saja. Namun setelah saya mempelajari materi ini saya menjadi berubah, sekarang lebih tahu bagaimana mempertimbangkan suatu masalah yang baik. Masalah dilema etika maupun bujukan moral sudah bisa saya bedakan. Menghilangkan keraguan ada caranya yaitu menggunakan 9 langkah pengujian. Alhamdulilah saya mendapat pengetahuan dan pengalaman baru sekarang lebih percaya diri dalam mengambil keputusan. Selalu mengutamakan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada murid dan bertanggung jawab adalah hal-hal yang sekarang saya terapkan selain 9 langkah pengujian.

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sebagai seorang individu modul ini sangat membantu saya nantinya saat dihadapkan pada pilihan dari persoalan dilema etika maupun bujukan moral. Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan sangat bermanfaat bagi diri saya. Hal baru bagi saya mempelajari langkah-langkah dalam menghadapi dan mempertimbangkan suatu masalah, menarik sekali setelah saya pelajari dan praktikan. Secara pribadi tentu saja hal ini bisa juga saya pakai dalam kehidupan pribadi. Sedangkan sebagai seorang pemimpin topik pada modul ini sangat penting memberikan panduan dan cara-cara yang bisa dilakukan jika nantinya ada permasalahan yang dihadapi. Solusi dan keputusan seorang pemimpin harus melalui 9 langkah pengujian. Paradigma dan prinsip pengambilan keputusan seorang pemimpin harus digunakan, meminta masukan dari pihak lain, dan menggunakan aturan yang berlaku perlu juga diperhatikan sebelum membuat keputusan. Kasus-kasus yang telah dianalisis bersama sangat membantu dan memperkaya pengalaman.


Kamis, 22 Desember 2022

DISIPLIN = KONTROL DIRI

 


https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/187232

DISIPLIN = KONTROL DIRI



Budaya positif adalah materi penutup di modul 1. Budaya positif di sekolah terwujud dari nilai-nilai atau keyakinan yang universal. Teori kontrol mengajarkan hanya kita yang bisa mengontrol diri sendiri dan kita tidak bisa mengontrol orang lain. Setiap tindakan punya alasan serta kolaborasi dan konsensus dapat menciptakan pilihan sehingga tercipta model berfikir menang-menang. Murid yang berada pada lingkungan budaya positif diharapkan dapat belajar untuk kontrol diri menjadi orang yang mereka inginkan dengan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai kebajikan universal yaitu profil pelajar Pancasila.

Motivasi terbaik adalah motivasi intrinsik dari dalam diri sendiri. Menjadi orang yang diinginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai yang diyakini merupakan motivasi yang akan bertahap lama. Dua motivasi lainnya merupakan motivasi eksternal yaitu untuk menghindari hukuman serta mendapatkan penghargaan. Identitas gagal bisa terjadi jika dilakukan hukuman, murid akan kecewa dan cenderung menjadi agresif. Disiplin berupa konsekuensi dan restitusi menghasilkan murid dengan identitas sukses. Hukuman dan penghargaan memiliki cara yang sama, keduanya mengontrol perilaku seseorang yang menghancurkan potensi murid.

Kebutuhan bertahan hidup adalah kebutuhan fisiologis, sedang kebutuhan psikologis dipenuhi dengan kasih sayang dan rasa diterima, penguasaan, kesenangan, dan kebebasan dalam memilih. Dunia berkualitas berisikan hal-hal yang membuat kita bahagia dan hidup menjadi bermakna. Posisi kontrol penghukum dan pembuat rasa bersalah merupakan perilaku kontrol negatif. Sedangkan posisi kontrol sebagai teman, pemantau merupakan perilaku kontrol positif, namun jika kita melakukan posisi kontrol sebagai manager maka kita sudah kontrol diri atau disiplin. Keyakinan kelas berisikan hal-hal abstrak yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal. Segitiga restitusi adalah suatu proses dialog antara guru dan murid agar dapat menghasilkan murid yang mandiri dan bertanggungjawab. Langkah-langkah adalah menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah dan menanyakan keyakinan.


Jakarta, 22 Desember 2022

Oki Siwi
CGP A.7.35.Kelas K

Jumat, 25 Februari 2022

EVALUASI

 EVALUASI

Oleh Oki Siwi

Dalam melakukan sesuatu siklus yang biasa dilakukan adalah persiapan awal, pelaksanaan dan evaluasi penutupan. Tiga tahapan yang punya peran penting terhadap berhasil atau tidaknya suatu kegiatan. Dalam melakukan kegiatan sebaiknya setiap tahapan dipersiapan dengan baik dan benar. Kegiatan sehari-hari dirumah pun sepertinya mengikuti langkah-langkah ini. Bagi para ibu misalnya pagi-pagi pasti sudah mulai merancang sarapan. Persiapan awal biasanya menentukan menu yang akan dimasak lalu belanja dan mempersiapan bahan-bahannya. Setelah semua bahan siap saatnya pelaksanaan. Mulailah memasak bahan-bahan sesuai dengan menu yang telah direncanakan. Setelah berproses, tiba saatnya evaluasi penutupan. Sarapan yang telah ditata di meja akan dimakan bersama. Evaluasinya beberapa komentar tentang rasa masakan yang dimakan dari para anggota keluarga. Ditutup dengan habisnya makanan dan ucapan terima kasih ma enak sarapannya. Senang rasanya, makanan habis, hati bahagia karena ucapan dan perut kenyang.

Tahapan pesiapan awal suatu kegiatan, baik itu kegiatan di tempat kerja maupun di rumah membutuhkan perencanaan. Tentukan terlebih dahulu tujuan dari kegiatan yang akan dicapai. Setelah tujuan ditentukan lakukan berbagai persiapan untuk menunjang suksesnya rencana. Persiapan bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Libatkan orang lain agar lebih mudah dan kita terbantu. Mengajak dan meminta bantuan orang lain baik itu keluarga, teman atau atasan sekalipun bisa dilakukan. Usahakan mereka tahu betul tujuan yang kita inginkan dan berikan arahan yang jelas agar tidak terjadi kesalahan karena komunikasi yang kurang baik.

Tahapan pelaksanaan adalah inti dari semuanya. Saat berlangsungnya rencana harus tetap tenang. Sudah harus disiapkan mental jika ada hal-hal yang tidak sesuai rencana awal terjadi. Tidak usah panik. Cari solusi tercepat dan terbaik walaupun mungkin ada resiko lain yang harus ditanggung nanti. Belajarlah kreatif dalam menyelesaikan permasalah yang mungkin dihadapi saat proses pelaksanaan berlangsung. Kekompakan dan kerja keras dari bantuan rekan atau orang disekitar kita harus dipercayai. Yakinlah dengan orang-orang yang ada disekitar dan mau membantu agar beban tidak terlalu besar kita rasakan. Doa selalu agar Allah menjaga dan melancarkan hajat kita.

Evaluasi penutupan sebagai akhir dari sebuah rencana kegiatan. Tahapan terakhir yang juga penting sebagai bahan evaluasi. Menilai berhasil atau tidaknya suatu hal banyak faktor yang mempengaruhinya. Acuan dan standar yang digunakan untuk menilai bisa ditentukan dengan berbagai cara. Siapa yang menilaipun bisa dilakukan oleh siapa saja sesuai dengan tujuan dari kegiatan itu sendiri. Ingatlah bahwa untuk meraih kesempurnaan itu sulit jadi jangan terlalu berat memberikan penilaian terutama untuk diri sendiri. Jika kita telah berusaha dengan maksimal namun hasilnya belum sempurna jangan bersedih. Jadikan sebagai pengalaman untuk kedepannya lebih baik lagi. Jika hasil akhir adalah kesuksesan bersyukur yang utama, rayakan serta berbagi segala ilmu, bakat dan keterampilan yang membuat kita berhasil dengan orang lain. Dengan begitu kita akan mendapat lebih banyak berkah. Alhamdullilah. Selesai.

Jakarta, 25 Februari 2022

Hari ke 30

30HariMenulis

Kamis, 24 Februari 2022

RENCANA JANGKA PENDEK

 RENCANA JANGKA PENDEK

Oleh Oki Siwi

Target dibuat sebagai sebuah rencana. Sasaran sebuah tujuan yang ingin dicapai. Mulailah dengan niat. Berniat dalam hati melakukan sebuah tindakan yang ditujukan kepada Allah. Niat beribadah ikhlas hanya mencari keridhoan Allah. Karena terkadang jika kita melakukan sesuatu karena manusia akan sering kecewa. Apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Namun jika kita niatkan sebagai ibadah mudah-mudahan Allah meluaskan hati kita untuk legowo menerima semua yang ada walau jauh dari yang diharapkan.

Merancang target untuk diri sendiri agaknya susah-susah gampang. Zona nyaman terkadang menjadi penjara untuk tetap ditempat. Berbagai kesibukan dan tuntutan pekerjaan serta tanggung jawab yang ada pada kita seperti alasan yang wajar untuk tidak lagi menyusahkan diri sendiri lagi. Jalani saja yang sudah menjadi kewajiban kita itulah target yang paling mudah dan memang harus dilakukan. Tidak ada salahnya dengan itu. Namun sesekali perlu juga menantang diri sendiri menargetkan sesuatu diluar tanggung jawab kita.

Menyelipkan sedikit target diluar tanggung jawab kita perlu pemikiran dan strategi yang matang. Jika tidak maka akan membuat kacau jadwal dan tugas wajib kita. Berbagai bantuan dan dukungan juga perlu disiapkan untuk mendukungnya. Pernah disuatu masa jika bukan karena bantuan keluarga dan teman hampir tidak mungkin bisa melewatinya. Targetnya adalah menyelesaikan sekolah strata dua. Namun ternyata diberikan amanah sehingga harus menjalaninya saat hamil dan menyusui dengan kondisi rumah kacau balau karena sedang renovasi total sambil tetap bekerja. Beruntung semua terjalani dengan penuh perjuangan dan drama-drama disana sini.

Pengalaman itu mengajarkan banyak hal salah satunya buatlah target-target jangka pendek untuk mendukung target jangka panjang. Tentukan target yang realistis dan masih bisa dilakukan. Tuliskan dalam catatan kecil bagaimana dan kapan target tersebut harus dilakukan. Nah yang paling penting adalah merayakan keberhasilan dengan hadiah kecil untuk diri sendiri. Apresiasi bukan hanya dari orang lain saja. Perlu juga kita memberikan apresiasi untuk diri sendiri. Lakukan hal kita sukai, makan makanan yang kita mau atau beli benda yang kita inginkan bisa menjadi pilihan hadiah untuk diri.

Target-target yang dibuat haruslah memberikan manfaat yang nyata untuk diri sendiri, teman dan keluarga. Dengan mereka juga nantinya kita berbagi dan saling mendukung semua yang kita ingin lakukan. Target jangka pendek yang sedang dirancang mudah-mudahan bisa menyelesaikan laporan tindakan kelas. Merapikan foto-foto penelitian dan mencari tambahan buku untuk membuat tinjauan pustaka. Tidak ada gangguan agenda atau tugas dadakan yang datang. Semoga semangat menulis tetap menyala dan tidak goyah diterpa rasa malas.

Jakarta, 24 Februari 2022

Hari ke 29

30HariMenulis

Rabu, 23 Februari 2022

OTOT ZYGOMATIC MAJOR

 OTOT ZYGOMATIC MAJOR

Oleh Oki Siwi

Jika kita sedang senang atau bahagia maka senyuman adalah ekspresi yang biasa dilakukan. Ekspresi yang ada di wajah kita merupakan cara untuk berkomunikasi. Menyampaikan perasaan yang dirasakan dalam bentuk gerak tubuh kepada orang lain. Gerakan yang dapat diartikan sebagai bahasa dalam bentuk isyarat untuk menyampaikan perasaan atau maksud tertentu. Ekspresi wajah memberikan makna yang universal diartikan sama pada setiap manusia seperti marah, senang atau sedih.

Senyuman adalah salah satu bentuk ekspresi wajah. Ekspresi yang terjadi karena gerakan bibir. Gerakan bibir yang terbentuk dari ditariknya dua sudut bibir ke atas. Menurut kamus besar bahasa Indonesia senyuman adalah sebuah segerak tawa ekspresif yang tidak menghasilkan suara untuk menunjukan rasa senang, gembira dan lainnya dengan mengembangkan bibir sedikit. Senyuman dan tertawa sedikit berbeda. Keduanya sama-sama mengisyaratkan rasa senang dan bahagia namun pada senyuman tidak ada unsur suara sedangkan pada saat tertawa terdapat suara yang dapat di dengar.   

Otot zygomatic major terdapat di wajah. Otot zygomatic berperan dalam terbentuknya senyuman. Otot ini bekerja mengangkat sudut mulut ke atas, ke samping serta melengkungkan bibir membentuk senyuman. Kontraksi otot ini terjadi karena adanya rangsangan yang di rasakan panca indera berupa rasa bahagia atau senang. Stimulus dari lingkungan luar yang berasal dari proses yang indah. Mata panca indera yang menangkap sinyal kebahagiaan berupa informasi, gambar, peristiwa mengirim sinyal ke otak membuat hati dan perasaan bahagia karena adanya hormon serotonin. Hormon serotonin inilah yang membuat rasa senang, bahagia, nyaman dan damai.

Senyuman yang indah dan tulus dapat memberikan kebahagiaan untuk diri sendiri juga untuk orang lain yang melihatnya. Memberikan senyuman kepada orang lain adalah kebaikan yang ada nilai ibadahnya. Bagi masyarakat Indonesia yang terkenal dengan keramah tamahannya senyuman adalah hal yang mudah ditemui. Kita bisa senyum dengan orang yang belum dikenal sekalipun. Yang di negara lain belum tentu dilakukan oleh masyarakatnya. Budaya senyum yang di banyak sekolah diajarkan sebagai suatu pembiasaan.

Tingkat ketegangan dan tuntutan dari sana sini membuat stres dan menambah beban, dengan senyuman mudah-mudahan akan memberikan sedikit pelepasan dan relaksasi diri dan orang-orang disekitar kita. Senyuman yang dilanjutkan menjadi tawa dipercaya bisa menjadi terapi menjaga kesehatan mental dan kesehatan fisik juga. Tertawa akan membantu tubuh melepas rasa penat dan lelah. Kesenangan yang membuat suasana hati menjadi berubah lebih baik dan bahagia.

Mari gunakan otot zygomatic major lebih sering lagi. Berikan senyuman terbaik pada orang-orang di sekitar kita. Harus tulus agar berkah. Dimulai dari senyum kecil, senyum agak besar dan senyum lebar sampai terlihat gigi. Terima kasih, manis senyumnya!

Jakarta, 23 Februari 2022

Hari ke 28

30HariMenulis

Selasa, 22 Februari 2022

22 02 2022

 22 02 2022

Oleh Oki Siwi

Pagi ini cerah. Matahari bersinar terang. Ramai orang-orang berjemur merasakan hangatnya cahaya matahari. Bercanda tawa di depan rumah saling bergurau membahas hal-hal yang sedang banyak dibicarakan. Kesulitan-kesulitan yang akhirnya hanya menjadi bahan bercandaan. Sulitnya mencari minyak goreng, harga-harga yang makin naik dan tahu tempe yang juga ikut-ikutan meroket sampai hilang dari peredaran. Batuk dan flu yang dianggap sedang musim tanpa khawatir bahwa itu adalah covid-19 semua ditanggapi biasa-biasa saja. Obrolan-obrolan ringan antar tetangga depan rumah menu sedap pagi ini.

Kondisi berat yang pernah dilewati karena pandemi dua tahun belakangan ini seperti memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa semua pasti baik-baik saja. Persoalan yang rumit ditanggapi sebagai riak-riak kecil yang menggelitik. Orang-orang disekitar dengan gaya hidup dan pemikiran sederhana membuat lingkungan menjadi sangat santai dan damai untuk ditinggali. Panas matahari yang makin menggigit dianggap sebagai obat yang ampuh untuk menjaga kesehatan.

Bukan hanya orangnya kasur, bantal  dan guling mulai pula berjajar dijemur diteriknya matahari. Mari kita nikmati matahari bersama-sama hari ini. Kondisi kesehatan keluarga yang berangsur membaik menjadi syukur yang tiada henti. Sarapan pagi sederhana dengan sayur sop, perkedel dan sambal pemberian tetangga menjadi berkah pagi ini. Suara ayam jantan yang berkokok menjadi latar belakang suara pengiring makan pagi kali ini.

Hari ini tanggal cantik. Bulan Februari tanggal dua puluh dua tahun dua ribu dua puluh dua jika dituliskan dengan angka menjadi 22022022. Urutan angka 22022022 jika dibaca secara terbalik, dari depan ke belakang atau dari belakang ke depan maka akan sama angkanya, sungguh unik. Tanggal yang istimewa karena kebetulan menjadi rangkaian angka yang terlihat bagus.

Tanggal cantik ini mudah-mudahan menjadi awal yang baik untuk kita semua. Semua hari baik. Semua tanggal juga baik. Kita sendiri yang akan membuatnya menjadi baik. Tidak akan ada perubahan apapun jika kita hanya melakukan rutinitas yang biasa saja. Tanggal sebagai penanda perubahan waktu. Pergantian siang dan malam dalam waktu 24 jam. Durasi 24 jam adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk satu kali bumi melakukan rotasi perputaran pada porosnya.

Bertemu dengan tanggal 22022022 mari merancang hari-hari cantik selanjutnya sampai akhir tahun ini. Merancang-rancang agenda pribadi yang dapat dilaksanakan sebagai salah satu cara bersyukur. Memberikan kesibukan-kesibukan yang ada manfaatnya. Meningkatkan sedikit kebaharuan diri karena mengetahui hal-hal yang baru. Melakukan hal-hal yang baru, bertemu dengan orang-orang yang baru. Berniat lebih baik lagi, memperbaiki diri sedikit demi sedikit harus di agendakan bagaimana caranya dan di catat kapan akan dilaksanakan. Agar tidak kembali terjebak dalam rutinitas yang ada. Yuk mulai!

Jakarta, 22 Februari 2022

Hari ke 27

30HariMenulis

Senin, 21 Februari 2022

BELAJAR SEPANJANG HAYAT

 BELAJAR SEPANJANG HAYAT

Oleh Oki Siwi

Bertumbuh dan berkembang adalah salah satu tugas perkembangan manusia. Bertumbuh erat kaitannya dengan bertambah besar tubuh dan terjadi perubahan secara fisik yang nampak dengan mata. Sedangkan berkembang dihubungkan dengan perkembangan secara psikologis dan sifat menuju kedewasaan. Perkembangan tidak secara langsung dapat diamati dengan mata proses terjadinya. Kedewasaan seseorang bisa saja terlihat dari sikap dan perilakunya sehari-hari. Namun begitu pengamatannya harus dilakukan dengan teliti dan menggunakan teknik-tehnik tertentu.

Perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangan mensyaratkan manusia untuk terus belajar. Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban. Merubah diri karena telah dipelajari atau diketahui sesuatu yang baru sebagai hasil dari proses belajar. Belajar dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu belajar secara formal dan informal. Belajar secara formal tentu saja melalui lembaga-lembaga resmi yang menyelenggarakan program pendidikan yang terstruktur dan berjenjang. Belajar secara informal dapat dilakukan pada tempat yang memberikan layanan pembelajaran yang sifatnya berupa keterampilan dan pelatihan.

Keinginan diri untuk terus belajar tentu penuh tantangan. Setelah banyaknya tanggungjawab yang harus ditunaikan maka kembali untuk belajar dan menuntut ilmu seperti beban yang berat. Menguatkan niat, rajin menabung dan dukungan dari keluarga serta teman dapat membantu menyalakan kembali obor semangat untuk melanjutkan pendidikan. Berharap kompetensi bertambah dan mendapatkan inspirasi baru akan datang. Kalaupun hal itu sulit namun jangan menyerah ada banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan diri.

Mengikuti berbagai kegiatan workshop dan seminar. Aktif berorganisasi dan berkegiatan bersama komunitas yang diikuti sesuai dengan minat dan bakat diri. Berkarya bersama dalam meningkatkan kompetensi. Banyak membaca dan menonton tayangan di internet yang memberikan berbagai pilihan yang menarik. Mencari ide baru dan inspirasi dengan berdiskusi dengan rekan sejawat. Padatnya kegiatan kerja, pribadi, sosial dan keluarga menjadi tantangan tersendiri dalam mencari-cari waktu yang seakan tak pernah cukup dan cepat sekali berlalu.

Secara pribadi masih perlu rasanya mengasah kembali kesabaran dalam menghadapi berbagai masalah. Membina kembali diri agar lebih banyak lagi melakukan kebaikan-kebaikan yang dapat menunjang kita beribadah lebih khusyuk lagi. Lebih banyak kesempatan bersosialisasi dengan teman dan tetangga sebagai bentuk jalinan silaturahmi yang baik. Memberikan waktu lebih banyak lagi untuk bersama dengan keluarga melakukan perjalanan dan berlibur bersama. Mengisi hari-hari dengan hal-hal yang lebih banyak lagi manfaatnya.

Berolahraga secara rutin dan konsisten mudah-mudahan bisa dilakukan. Bertambahnya usia seperti mewajibkan kita memberikan perhatian lebih pada kesehatan tubuh. Usia seperti memberikan peringatan agar berhati-hati dan menjaga pola makan dan istirahat dengan baik. Kegiatan olah tubuh yang dulu bukan prioritas nampaknya sekarang harus menjadi lebih teratur lagi agar badan tetap sehat dan bugar. Keseimbangan dari semua aktifitas yang dilakukan harus dijaga agar kesehatan mental dan tubuh tetap terjaga.

Jakarta, 21 Februari 2022

Hari ke 26

30HariMenulis