OKI SIWI
NO. KTA PGRI
09030602530
Berkilas balik bahwa manusia di
dunia menghamba kepada Tuhannya. Keberadaan diri dengan iman yang naik dan
turun. Lalai, tersadar, bertobat dan kembali tunduk dalam tawadu. Putaran
ketaatan diri yang kadang berubah kadang konstan. Manusia yang beriman akan
terus bersabar dan menjalankan semua takdir yang ditulis Tuhan Yang Maha Kuasa.
Godaan akan dunia sesekali memberikan khilaf yang tersesalkan. Namun itulah
perjalanan hidup tidak ada yang sempurna seperti cerita dan novel dan film yang
berakhir dengan kisah yang bahagia. Duka dan air mata juga cerita yang harus
tetap dituliskan betapapun menyedihkannya.
Bekerja mencari nafkah tulisan
kisah utama dalam kehidupan seseorang. Berbagai pekerjaan bisa dilakukan untuk
hidup. Ada yang mudah dan berlimpah rezeki walau hanya sedikit usaha yang
dilakukan. Ada juga yang terseok seok setiap hari mencoba mencukupi makan di
atas meja. Setiap manusia punya tantangannya masing-masing dalam berkarir. Ada
yang beruntung hobinya bisa menghasilkan uang, ada juga yang diberi kesempatan
berkali-kali mencoba, berhasil, gagal, dan bangkit lagi. Persaingan dan
perebutan kesempatan dan pelanggan hal yang biasa terjadi. Ada yang jujur ada
juga yang curang.
Berkeluarga pasti akan ada cerita
konflik, perbedaan pendapat, saling menyakiti tapi juga ada cinta, dukungan dan
kash sayang yang tercurah. Manusia yang dewasa seharusnya dapat membedakan mana
yang baik dan mana yang tidak baik dilakukan pada keluarga. Terkadang godaan
dan hasutan menang dan merubah manusia. Lupa akan asal dan dirinya. Menjadi
serakah dan angkuh untuk bersama. Kontemplasi diri terus menerus agar
terlindung dari kealfaan akan menjadi baik dan bahagia. Merubah diri dan selalu
berusaha menjadi lebih baik dalam tiap harinya.
Bertafakur di sepetiga malam
dalam sujud sunyi penuh damai. Merenungi diri apa yang telah tercatat hari ini
di buku besar catatan amal kita. Apakah ada manfaat nafas kita hari ini? Untuk siapa?Diri
sendiri atau orang lain? Ada ditimbangan mana perbuatan kita hari ini?Baik atau
buruk? Kita perlu mengevaluasi diri dan mengingat akan semua yang kita lakukan.
Jika ada khilaf segeralah bertobat. Jika ada perbuatan baik lakukan lebih
sering lagi. Muara kontemplasi adalah menjadi lebih baik kemudian di peroleh
kedamaian. Jika masih ada gelisah maka mulailah mencari akar dari kegelisahan
itu. Agar damai dalam hidup yang indah ini dapat tercipta.
Jakarta, 08 Februari
2021


0 komentar:
Posting Komentar