Minggu, 07 Juni 2020

MATERI IPA KELAS VII SEMESTER 1 BAB 3 KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA - MODUL 2







MATERI IPA KELAS VII SEMESTER 1 BAB 3 KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA
MODUL-2



B. Cara pemisahan campuran
Pemisahan campuran merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.Pemisahan campuran merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali manusia tidak membutuhkan campurannya, melainkan membutuhkan komponen dalam campuran itu 


1. Penyaringan (filtrasi)
Metode pemisahan campuran zat yang tidak saling melarutkan, dengan melewatkan campuran tersebut pada saringan berpori.
2. Sentrifugasi
Metoda pemisahan suspensi dengan cara memutar campuran tersebut, hingga terjadi endapan didasar tabung  
3. Penguapan
Pemisahan campuran padatan dalam cairan dengan cara menguapkan seluruh pelarut.
Zat terlarut tidak menguap karena mempunyai titik didih yang jauh lebih tinggi. 
4. Kromatografi
Merupakan pemisahan campuran dengan mendasari pada perbedaan kelarutan komponen campuran

5. Destilasi.
Pemisahan campuran zat cair  dengan cara penguapan yang dilanjutkan dengan pengembunan.
Contoh : Pengolahan air laut menjadi air tawar
6. Dekantasi
Merupakan cara pemisahan zat terlarut dari pelarut suspensi yang telah dibiarkannya mengendap
7. Sumblimasi
Pemisahan campuran sublimasi dilakukan jika zat terlarut dapat mengalami sublimasi dan zat pelarutnya tidak dapat menyublim.
Contoh : Kapur barus + pasir
             Iodium + kotoran



Ringkasan
1. Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair,
dan gas.
2. Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifikasikan
menjadi zat tunggal/murni (unsur, senyawa) , dan campuran.
3. Unsur adalah zat tunggal/murni yang tidak dapat diuraikan menjadi
zat-zat lain yang lebih sederhana dengan cara kimia.
4. Senyawa adalah zat tunggal/murni yang dapat diuraikan secara kimia
menjadi dua zat atau lebih.
5. Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih
dan masih mempunyai sifat zat asalnya dengan tidak mempunyai
komposisi yang tetap.
6. Larutan adalah campuran yang homogen, tersusun atas zat terlarut
dan pelarut.
7. Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat
fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh,
titik didih, sifat magnetik, dan kelarutan.
8. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan
antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi,
dan destilasi.
9. Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak disertai dengan
terbentuknya zat baru.
10. Perubahan fisika meliputi menguap, mengembun, mencair, membeku,
menyublim, melarut, serta perubahan bentuk.
11. Perubahan kimia adalah perubahan zat yang dapat menghasilkan zat
baru dengan sifat kimia yang berbeda dengan zat asalnya.
12. Berlangsungnya perubahan kimia dapat diketahui dengan ciriciri
sebagai berikut.
• Terbentuknya zat baru
• Terbentuknya gas
• Terbentuknya endapan
• Terjadinya perubahan warna
• Terjadinya perubahan suhu


Sumber
Buku Siswa BSE Kemdikbud 2016




Sabtu, 06 Juni 2020

MATERI IPA KELAS VII SEMESTER 1 BAB 3 KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA-MODUL 1






MATERI IPA KELAS VII SEMESTER 1 BAB 3 KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA
MODUL-1



A. Cara Mengklasifikasikan Materi
1. Klasifikasi Materi

2. Unsur, Senyawa, dan Campuran
a. Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana
dengan proses kimia biasa.
Simbol unsur dibuat untuk memudahkan dalam penulisan nama unsur,
yaitu dengan cara menyingkatnya. Simbol unsur yang saat ini digunakan secara
internasional adalah simbol unsur yang diusulkan oleh Jöns Jacob Berzelius.
Cara pemberian lambang unsur menurut Berzelius adalah sebagai
berikut.
• Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama
latinnya.
• Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
• Untuk unsur yang memiliki huruf awal sama, diberikan satu huruf kecil dari
nama unsur tersebut.
Contoh:
Karbon (nama latinnya Carbon), dilambangkan dengan (C), Kalsium (nama
latinnya Calsium) dilambangkan dengan (Ca).
b. Senyawa
Senyawa dapat diuraikan menjadi dua unsur atau lebih dengan proses kimia biasa.
c. Campuran
Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih yang masih mempunyai
sifat zat asalnya.



Ringkasan
1. Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair,
dan gas.
2. Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifikasikan
menjadi zat tunggal/murni (unsur, senyawa) , dan campuran.
3. Unsur adalah zat tunggal/murni yang tidak dapat diuraikan menjadi
zat-zat lain yang lebih sederhana dengan cara kimia.
4. Senyawa adalah zat tunggal/murni yang dapat diuraikan secara kimia
menjadi dua zat atau lebih.
5. Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat atau lebih
dan masih mempunyai sifat zat asalnya dengan tidak mempunyai
komposisi yang tetap.
6. Larutan adalah campuran yang homogen, tersusun atas zat terlarut
dan pelarut.
7. Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat
fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh,
titik didih, sifat magnetik, dan kelarutan.
8. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan
antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi,
dan destilasi.
9. Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak disertai dengan
terbentuknya zat baru.
10. Perubahan fisika meliputi menguap, mengembun, mencair, membeku,
menyublim, melarut, serta perubahan bentuk.
11. Perubahan kimia adalah perubahan zat yang dapat menghasilkan zat
baru dengan sifat kimia yang berbeda dengan zat asalnya.
12. Berlangsungnya perubahan kimia dapat diketahui dengan ciriciri
sebagai berikut.
• Terbentuknya zat baru
• Terbentuknya gas
• Terbentuknya endapan
• Terjadinya perubahan warna
• Terjadinya perubahan suhu


Sumber
Buku Siswa BSE Kemdikbud 2016

Minggu, 12 April 2020

Senin, 06 April 2020

MATERI KELAS VII SEMESTER 2 BAB 6 TATA SURYA

MATERI KELAS VII SEMESTER 2
BAB 6 
TATA SURYA


A. Sistem Tata Surya
Tata surya adalah susunan benda-benda lagit yang terdiri atas Matahari sebagai pusat tata surya, planet planet, komet, meteoroid, dan asteroid yang mengelilingi Matahari. Susunan Tata Surya terdiri atas Matahari, Planet Dalam, Planet Luar, Komet, Meteorid, dan Asteroid.
B. Kondisi Bumi
C. Kondisi Bulan
D. Gerhana

 Rangkuman
1. Tata surya adalah susunan benda-benda lagit yang terdiri atas Matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet, komet, meteoroid, dan asteroid yang mengelilingi Matahari.
2. Matahari adalah bintang yang terdapat di dalam tata surya yang memiliki empat lapisan, yaitu inti Matahari, fotosfer, kromosfer, dan korona.
3. Planet dalam adalah planet yang orbitnya dekat dengan Matahari.
4. Planet dalam terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
5. Planet luar adalah planet yang orbitnya jauh dari Matahari.
6. Planet luar terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
7. Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan orbit yang sangat lonjong.
8. Meteoroid adalah potongan batu atau puing-puing logam yang bergerak di luar angkasa.

9. Meteor adalah meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi.
10. Meteorid adalah meteoroid yang jatuh ke bumi.
11. Asteroid adalah potongan-potongan batu yang mirip dengan materi penyusun planet.
12. Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya.
13. Kala Rotasi Bumi adalah waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk sekali berputar, yaitu 23 jam 56 menit.
14. Dampak dari rotasi Bumi di antaranya adalah gerak semu harian Matahari, perbedaan waktu, pembelokan arah angin, dan pembelokan arah arus laut.
15. Revolusi Bumi adalah pergerakan Bumi untuk mengelilingi Matahari.
16. Kala revolusi Bumi adalah waktu yang dibutuhkan oleh Bumi untuk sekali mengelilingi Matahari, yaitu 365,25 hari.
17. Dampak dari revolusi Bumi di antaranya adalah terjadinya gerak semu tahunan Matahari, perbedaan lamanya siang dan malam, dan pergantian musim.
18. Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi, dan bergerak bersama-sama dengan Bumi untuk mengelilingi Matahari. Kala rotasi Bulan sama dengan kala revolusinya terhadap Bumi, yaitu 27,3 hari.
19. Dampak dari pergerakan Bulan diantaranya terjadinya pasang surut air laut, pembagian Bulan, fase-fase Bulan, gerhana Matahari, dan gerhana Bulan.
20. Gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak dalam satu garis.
21. Gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan

Sumber
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ilmu Pengetahuan Alam/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi
Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.