Kamis, 26 Desember 2019

Materi IPA Kelas VII Semester 1 Bab 2 Klasifikasi Mahluk Hidup



Materi IPA Kelas VII Semester 1

Bab 2 Klasifikasi Mahluk Hidup

Tujuan umum klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup.
Makhluk hidup diklasifikasi berdasarkan 3 hal, yaitu:
1. persamaan dan perbedaan,
2. ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh (anatomi), serta
3. manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidup.
Takson merupakan urutan klasifikasi makhluk hidup, mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah, yaitu kingdom (dunia), filum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan), class (kelas), ordo (bangsa), familia (suku), genus (marga), dan spesies (jenis).
Kunci determinasi merupakan kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, familia, genus, atau spesies.
Dasar yang dipergunakan adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom.

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
- Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.
- Pelopor taksonomi adalah Carolus Linnaeus.
Urutan Takson dalam Klasifikasi
Hewan Tumbuhan
Phylum
Kelas
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Divisio
Kelas
Ordo
Familia
Genus
Spesies
Metode Penamaan Ilmiah
Digunakan sistem binomial nomenklatur (sistem tata nama ganda), yang aturannya sebagai berikut.
a. Setiap makhluk hidup memiliki nama yang terdiri atas dua kata Latin.
b. Kata pertama menunjukkan genus dan penulisannya diawali huruf besar dan kata kedua
menunjukkan spesies dan penulisannya diawali huruf kecil.
c. Penulisan nama makhluk hidup dilakukan dengan huruf miring atau diberi garis bawah.
Contoh:
- padi (Oriza sativa),
- ketela pohon (Manihot utilissima).
Perkembangan Sistem Klasifikasi Pada awalnya makhluk hidup dibedakan atas dua kingdom, yaitu kingdom tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Kemudian, dikemukakan oleh Robert H. Whittaker klasifikasi 5 kingdom yaitu sebagai berikut.
a. Monera, terdiri atas makhluk hidup prokariotik, yaitu bakteri dan alga hijau-biru.
b. Protista, terdiri atas makhluk hidup euka-riotik bersel tunggal, yaitu: protozoa, alga cokelat, alga merah, alga hijau, dan alga pirang.
c. Fungi, terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan dapat menguraikan bahan organik.
d. Plantae, terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan dapat berfotosintesis, yaitu: tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteriodophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Foto Courtesy of a friend putri

e. Animalia, terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan bersifat heterotrof, yaitu porifera, colenterata, plathyhelminthes, dan lain-lain.
Manfaat Klasifikasi
a. Memudahkan untuk mengenal makhluk hidup.
b. Memudahkan untuk mempelajari makhluk hidup.
c. Mengetahui adanya hubungan kekerabatan antara makhluk hidup.

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Ciri-ciri makhluk hidup adalah sebagai berikut.
1. Bernapas
Tujuan: untuk membebaskan energi yang terdapat di dalam makanan yang telah dimakan.
2. Bergerak
3. Membutuhkan makanan
Manfaat makanan bagi makhluk hidup adalah untuk membantu pertumbuhan, untuk memperoleh energi, mengganti sel-sel yang rusak. Makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri disebut autotrof, contohnya tumbuhan hijau. Makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri disebut heterotrof.
Ciri Mahluk Hidup yaitu Makan. Foto koleksi Pribadi

4. Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
5. Peka terhadap rangsang (iritabilitas)
Yaitu kemampuan makhluk hidup untuk menerima dan menanggapi rangsang.
6. Tumbuh
Yaitu proses penambahan volume pada makhluk hidup yang bersifat tidak dapat balik.
Disebabkan bertambahnya jumlah dan volume sel.
7. Berkembang biak (reproduksi)
8. Beradaptasi

Buku Luky, S.Pt, Rangkuman Materi Ujian Nasional, 2017.
Buku Paket Kurikulum 2013 kelas VII Semester 2 Tahun 2018

Materi IPA Kelas VII Bab 1 Objek IPA dan Pengamatannya


Materi IPA Kelas VII Semester 1

 Bab 1 Objek IPA dan Pengamatannya

  • Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses, antara lain mengamati, membuat inferensi, dan mengomunikasikan.

Pengamatan Percobaan Ingenhoutz (Hasil Fotosintesis). Foto Koleksi Pribadi
  • Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan.
  • Mengukur adalah membandingkan besaran dengan besaran sejenis sebagai satuan; menghasilkan ukuran yang terdiri atas nilai dan satuan. Mengukur membutuhkan alat ukur. 
  • Alat ukur harus sesuai dengan besaran yang akan diukur.
  • Besaran yang diukur terdiri atas besaran pokok dan turunan. Satuan besaran pokok didefinisikan, satuan besaran turunan diturunkan dari besaran pokok. Panjang, massa, waktu, kuat arus, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya termasuk besaran pokok. Luas, volume, konsentrasi (kepekatan) larutan, serta laju pertumbuhan termasuk besaran turunan.
Alat dan bahan percobaan Pengukuran. Foto Koleksi Pribadi.

A. BESARAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.
  1. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.

Besaran Pokok dan Satuannya
1. Panjang meter (m)
2. Massa kilogram (kg)
3. Waktu sekon (s)
4. Suhu kelvin (K)
5. Kuat arus ampere (A)
6. Intensitas cahaya candela (Cd)
7. Jumlah molekul mol
     
        2. Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok.
Besaran turunan,Simbol dan Satuannya.
1. Luas A m2
2. Kecepatan v m/s
3. Volume V m3
4. Tekanan P N/m2
5. Gaya F N = kg/ms2
6. Usaha W J = Nm
7. Percepatan a m/s2
8. Massa jenis kg/m3

B. SISTEM SATUAN

Satuan adalah sesuatu yang digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran.
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran, yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Sistem Satuan Internasional (SI) adalah sistem satuan yang berlaku secara internasional.
Sistem Satuan Internasional terbagi menjadi 2 macam.
1. Sistem MKS (Meter, Kilogram, Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter, Gram, Sekon)

Sumber
Buku Luky, S.Pt, Rangkuman Materi Ujian Nasional, 2017.
Buku Paket Kurikulum 2013 kelas VII Semester 2 Tahun 2018

Selasa, 24 Desember 2019

Materi IPA Kelas VII Bab 1 Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup


Materi IPA Kelas VII Semester 2 Bab 1

Sistem Organisasi Kehidupan
Makhluk Hidup

Organisme merupakan bagian hierarki struktur makhluk hidup yang membentuk organisasi kehidupan. Hierarki struktur ini disebut hierarki Biologi.
Organisasi kehidupan terdiri atas atom, molekul, organel sel, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme.
Sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memroses energi, tumbuh dan berkembang,
tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi. Kerja sama dan interaksi di antara sel-sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan
bentuk yang sama akan berkelompok. Kelompok sel itu dinamakan jaringan.
Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ. Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antar organ untuk melakukan fungsi tertentu.

SEL
Menurut Mathias Schleiden dan Theodor Schwan, sel adalah unit terkecil penyusun organisme.
Sel dapat dibedakan menjadi 2 macam:
1.  prokariotik: sel yang tidak memiliki membran inti, misalnya bakteri dan alga biru,
2. eukariotik: sel yang memiliki membran inti, misalnya hewan dan tumbuhan.
Berdasarkan banyaknya sel yang menyusun tubuh, organisme dibedakan menjadi 2.
a. Organisme bersel satu (uniseluler)
Contoh:
- tumbuhan bersel satu: ganggang biru (Chyanophyta), ganggang hijau (Chlorophyta),
- hewan bersel satu: protozoa dan bakteri.
b. Organisme bersel banyak (multiseluler)
Contoh:
- tumbuhan bersel banyak: alga, lumut, paku, dan tumbuhan tingkat tinggi,
- hewan bersel banyak: porifera dan mamalia.
JARINGAN
1. Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan terdiri dari:
a. Jaringan Epidermis
Jaringan paling luar dari tubuh tumbuhan. Ciri-ciri: berbentuk pipih, melebar, bertautan satu dengan sel lainnya
b. Jaringan Dasar (Parenkim)
Fungsi:
- sebagai cadangan makanan,
- membantu proses fotosintesis,
- mengisi di antara jaringan-jaringan lain.

Bagian dari Tumbuhan. Foto Courtesy of a friend putri

c. Jaringan Penguat (Penyokong)
Fungsi: menguatkan bagian dari tumbuhan.
Macam-macam jaringan penyokong:
1). jaringan kolenkim, merupakan jaringan yang letaknya di dekat epidermis,
2). jaringan sklerenkim, merupakan jaringan yang terdiri dari sel-sel.
d. Jaringan Pengangkut
1). Xilem (pembuluh kayu), berfungsi untuk mengangkut zat-zat makanan, berupa garam mineral dari dalam tanah kemudian mengedarkannya ke seluruh bagian tumbuhan.
2). Floem (pembuluh tapis), berfungsi untuk mengangkut zat makanan yang diolah pada daun, dan mengedarkan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
e. Jaringan Meristem
Merupakan jaringan yang sel-selnya masih aktif membelah diri. Jaringan meristem terdapat di ujung batang dan ujung akar.
f. Jaringan Endodermis
Fungsi: pengatur arah gerak air supaya masuk ke pembuluh pengangkut. Terdapat pada akar dan batang.
2. Jaringan Hewan dan Manusia
a. Jaringan Epitel
Jaringan yang melapisi seluruh permukaan dalam dan luar dari tubuh dan organ tubuh.
Fungsi:
- pelindung tubuh,
- penyerapan zat, pengeluaran zat yang berguna,
- tempat difusi zat.
Berdasarkan jumlah lapisan dan morfologi sel, jaringan epitel dapat dibagi menjadi:
- Epitel berlapis tunggal
Contoh: epitel pipih selapis, epitel silindris selapis, dan epitel kubus selapis.
- Epitel berlapis banyak
Contoh:
- epitel silindris berlapis banyak, terdapat pada konjungtiva mata.
- epitel kubus berlapis banyak, terdapat pada ovarium.
b. Jaringan otot
Jaringan otot berperan sebagai alat penggerak ketika otot mendapat pasangan.
Sifat jaringan otot: elastis, dapat dirangsang, dapat berkontraksi, dapat diregangkan.
c. Jaringan penyokong atau pengikat
Macam-macam jaringan penyokong.
1). Jaringan ikat
2). Jaringan tulang rawan
3). Jaringan tulang
4). Jaringan darah
5). Jaringan limfa
C. ORGAN
Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan.
1. Organ Tumbuhan
a. Akar
Fungsi:
-menunjang berdirinya tubuh tumbuhan pada tempat hidupnya,
-menyerap unsur hara,
-menyimpan cadangan makanan.
Contoh menyimpan cadangan makanan. Foto courtesy of a friend putri
b. Batang
Fungsi:
- menghubungkan antara akar ke daun,
- menegakkan tubuh tumbuhan,
- menyimpan cadangan makanan.
c. Daun
Fungsi:
- tempat fotosintesis
- penguapan air
- pertukaran udara
Daun. Foto Courtesy of a friend putri
2. Organ Hewan dan Manusia
Organ pada hewan dan manusia mempunyai fungsi khusus.
a. Lidah, hidung, telinga, dan mata sebagai organ indra.
b. Paru-paru sebagai organ pernapasan.
c. Lambung, usus, dan hati sebagai organ
pencernaan.
d. Ginjal, kulit, hati, dan paru-paru sebagai organ pengeluaran.
D. SISTEM ORGAN
Sistem organ adalah organ-organ yang bekerja sama melakukan fungsi tertentu pada tubuh organisme.

Sumber
Buku Luky, S.Pt, Rangkuman Materi Ujian Nasional, 2017.
Buku Paket Kurikulum 2013 kelas VII Semester 2 Tahun 2018

Sabtu, 21 Desember 2019

Materi IPA Kelas VII Bab 2 Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungan

Populasi Bunga Tulip. Foto: Courtesy of a friend putri
                                                                                                                                                                                                                                                                         
               
MATERI IPA KELAS VII SEMESTER 2 BAB 2
INTERAKSI MAHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN

A. POLA INTERAKSI
  1. Netralisme adalah hubungan yang tidak saling mempengaruhi, meskipun 2 organisme hidup pada habitat yang sama. Contoh: kambing dan kodok berada di suatu habitat sawah, kambing makan rumput dan kodok makan serangga pada malam hari.
  2. Kompetisi adalah bentuk interaksi antarindividu sejenis atau antarpopulasi di mana individu atau populasi tersebut bersaing mendapatkan sarana untuk tumbuh dan berkembang. Contoh: persaingan antara belalang dengan ulat.
  3. Predasi adalah interaksi antarpemangsa (predator) dan mangsa (prey).Contoh: tikus dengan ular, kijang dengan harimau.
  4. Parasitisme adalah hubungan antardua organisme yang berbeda jenis di mana salah satu pihak mendapat keuntungan, sedangkan pihak lain mendapat kerugian. Contoh: Benalu dan tali putri yang hidup sebagai parasit pada ranting pohon.
  5. Mutualisme adalah interaksi yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: burung jalak dengan kerbau.
  6. Komensalisme adalah interaksi yang hanya menguntungkan satu pihak saja, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contoh: ikan remora dengan ikan hiu.
  7. Amensalisme adalah interaksi organisme di mana salah satu organisme menghambat pertumbuhan organisme lain.

B. SALING KETERGANTUNGAN DI ANTARA KOMPONEN BIOTIK
  1. Rantai makanan (food chain), adalah rangkaian proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu, yang ditunjukkan dengan satu arah. Contoh: tumbuhan → kelinci → ular → elang →pengurai
  2. Jaring-jaring makanan (food webs), adalah gabungan dua atau lebih dari rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain.
  3. Piramida makanan adalah urutan biomassa pada rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lainnya.

C. SATUAN-SATUAN EKOSISTEM
Kesatuan interaksi antara organisme dengan lingkungannya disebut ekosistem. Ekosistem terdiri dari satuan-satuan ekosistem yang saling berinteraksi satu sama lain.
  1. Individu, yaitu satu makhluk hidup tunggal.
  2. Populasi, yaitu kumpulan makhluk hidup sejenis(satu spesies), yang hidup dalam suatu habitat.
  3. Komunitas, yaitu kumpulan dua atau lebih populasi dalam suatu habitat.
  4. Ekosistem dan Biosfer Biosfer adalah lingkungan yang dibentuk oleh keseluruhan ekosistem yang ada di bumi. Biosfer terdiri dari: a. hidrosfer (ekosistem perairan),  b. litosfer (ekosistem daratan), c. atmosfer.
  5. Habitat, yaitu tempat hidup alami suatu makhluk hidup.
Habitat Buatan Perairan. Foto Koleksi Pribadi.

D. KOMPONEN EKOSISTEM
1. Komponen Abiotik
    Meliputi tanah, udara, cahaya matahari, temperatur, dan kelembapan (kadar air).
2. Komponen Biotik
  1. Produsen (penghasil), yaitu penghasil makanan bagi makhluk hidup lainnya.
Produsen berupa buah-buahan hasil dari fotosintesis. Foto Koleksi Pribadi.
  1. Konsumen (Pemakai)
  2. Herbivora (konsumen I), yaitu hewan pemakan tumbuh-tumbuhan.
  3. Karnivora (konsumen II), yaitu hewan pemakan daging atau hewan yang memakan konsumen tingkat pertama.
  4. Omnivora (konsumen tingkat III), yaitu hewan pemakan segala, atau hewan yang memakan konsumen tingkat kedua dan pertama.
  5. Pengurai (Dekomposer)
  6. Organisme yang berperan sebagai pengurai dalam suatu ekosistem adalah bakteri dan jamur saprofit.
  7. Organisme saprofit adalah organisme yang menguraikan zat organik dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati menjadi zat anorganik (zat hara) yang siap diserap tumbuhan.
3. Organisme Autotrof organisme yang mampu membuat makanan sendiri dengan fotosintesis.
Tumbuhan hijau berfotosintesis. Foto Courtesy of a friend putri.
4. Organisme Heterotrof
  1. Parasit obligat: organisme yang secara mutlak tidak mampu membuat makanan sendiri karena tidak memiliki klorofil. Contoh: jamur, raflesia.
  2. Hiperparasit: parasit yang mengambil makanannya dari parasit. Contoh: viscum yang hidup pada tumbuhan benalu.
  3. Saprotor: Organisme yang memperoleh makanan dengan memakan sisa-sisa organisme yang mati. Contoh: cacing tanah, bakteri saprofit, dan jamur saprofit.
  4. Herbivora, organisme pemakan tumbuhan
  5. Omnivora, organisme pemakan segala tumbuhan dan hewan (daging)
  6. Karnivora, organisme pemakan hewan (daging)

Sumber Pustaka
Buku Luky, S.Pt, Rangkuman Materi Ujian Nasional, 2017.
Buku Paket Kurikulum 2013 Kelas VII Semester 2 tahun 2018

Video Materi 
Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungannya.



KUIS

Materi IPA kelas VII Bab 3 Pencemaran Lingkungan

Lingkungan terawat dan tidak tercemar. Foto: Courtesy of a friend putri
MATERI IPA KELAS VII 
SEMESTER 2 BAB 3
PENCEMARAN LINGKUNGAN 

1. Pencemaran Air
Air limbah digolongkan menjadi 2.
  1. Air limbah domestik yang dihasilkan manusia secara langsung seperti kegiatan rumah tangga dan pasar.
  2. Air limbah nondomestik yang dihasilkan oleh kegiatan manusia secara tidak langsung seperti industri-industri pertambangan, peternakan, pertanian
Dampak pencemaran air adalah:
  1. timbulnya endapan, koloid, dan bahan terlarut,
  2. perubahan pH,
  3. perubahan warna, bau, dan rasa,
  4. eutrofikasi.
Untuk mengatasi polusi air, dengan cara:
  1. mengelola limbah cair industri dan rumah tangga sebelum dibuang ke perairan,
  2. tidak membuang sampah ke perairan,
  3. tidak membuang sisa pestisida ke perairan,
  4. secara rutin membersihkan perairan.
Lingkungan yang jaga dan terhindar dari pencemaran air. Foto koleksi pribadi.

2. Pencemaran Tanah
Upaya-upaya mengatasi pencemaran tanah.
  1.  memilah sampah yang mudah terurai dan susah terurai,
  2.  sampah organik yang mudah terurai digunakan sebagai pupuk kompos,
  3.  sampah yang sulit terurai seperti kardus, kain, dan botol dapat digunakan lagi,
  4.  penyuluhan tentang pengolahan sampah pada masyarakat,
  5.  membuang sampah pada tempatnya,
  6.  penggunaan pestisida buatan dikurangi atau diganti dengan pestisida alami,
  7.  mengolah limbah industri sebelum dibuang.
Lingkungan dengan tanah yang gersang. Foto Courtesy of a friend putri.
3. Pencemaran Udara
Zat pencemar udara digolongkan menjadi 2.
  1. Partikel yang merupakan butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata seperti debu, uap air, asap, dan kabut.
  2. Zat pencemar berupa gas yang hanya dirasakan melalui penciuman atau akibat langsung (SO2, NOx, CO3, dan CO2).
Dampak pencemaran udara:
  1. rusaknya lapisan ozon karena bereaksi dengan CFC (Chloro Fluoro Carbon),
  2. pemanasan global (efek rumah kaca),
  3. hujan asam,
  4. pengaruh polusi udara pada organ tubuh manusia.
Upaya-upaya mengatasi polusi udara:
  1. lokalisasi industri dan mengharuskan pabrik yang menghasilkan gas pencemar untuk memasang filter,
  2. tidak memakai lemari es yang mengandung CFC,
  3. pembuatan taman kota dan jalur hijau,
  4. mencegah penebangan dan pembakaran hutan,
  5. menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
4. Pencemaran Suara
Upaya penanggulangan pencemaran suara:
  1. membuat dinding kedap suara,
  2. menanam tanaman yang dapat meredap suara di sekitar rumah, jalan, dan pabrik,
  3. mesin-mesin yang dapat mengeluarkan suara bising harus dilengkapi alat peredaran suara,
  4. para pekerja harus menggunakan penutup telinga untuk mencegah telinga tuli.

Sumber Pustaka
Buku Luky, S.Pt, Rangkuman Materi Ujian Nasional, 2017.
Buku Paket Kurikulum 2013 kelas VII Semester 2 Tahun 2018

"MARI KITA SELAMATKAN BUMI...BAWA TUMBLERMU SENDIRI YA....!!!"
Video Materi Pencemaran 
"JANGAN GUNAKAN PLASTIK/BOTOL SEKALI PAKAI...!!"

KUIS