https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/187232
DISIPLIN = KONTROL DIRI
Budaya positif adalah materi penutup di modul 1. Budaya positif di sekolah terwujud dari nilai-nilai atau keyakinan yang universal. Teori kontrol mengajarkan hanya kita yang bisa mengontrol diri sendiri dan kita tidak bisa mengontrol orang lain. Setiap tindakan punya alasan serta kolaborasi dan konsensus dapat menciptakan pilihan sehingga tercipta model berfikir menang-menang. Murid yang berada pada lingkungan budaya positif diharapkan dapat belajar untuk kontrol diri menjadi orang yang mereka inginkan dengan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai kebajikan universal yaitu profil pelajar Pancasila.
Motivasi terbaik adalah motivasi intrinsik dari dalam diri sendiri. Menjadi orang yang diinginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai yang diyakini merupakan motivasi yang akan bertahap lama. Dua motivasi lainnya merupakan motivasi eksternal yaitu untuk menghindari hukuman serta mendapatkan penghargaan. Identitas gagal bisa terjadi jika dilakukan hukuman, murid akan kecewa dan cenderung menjadi agresif. Disiplin berupa konsekuensi dan restitusi menghasilkan murid dengan identitas sukses. Hukuman dan penghargaan memiliki cara yang sama, keduanya mengontrol perilaku seseorang yang menghancurkan potensi murid.
Kebutuhan bertahan hidup adalah kebutuhan fisiologis, sedang kebutuhan psikologis dipenuhi dengan kasih sayang dan rasa diterima, penguasaan, kesenangan, dan kebebasan dalam memilih. Dunia berkualitas berisikan hal-hal yang membuat kita bahagia dan hidup menjadi bermakna. Posisi kontrol penghukum dan pembuat rasa bersalah merupakan perilaku kontrol negatif. Sedangkan posisi kontrol sebagai teman, pemantau merupakan perilaku kontrol positif, namun jika kita melakukan posisi kontrol sebagai manager maka kita sudah kontrol diri atau disiplin. Keyakinan kelas berisikan hal-hal abstrak yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal. Segitiga restitusi adalah suatu proses dialog antara guru dan murid agar dapat menghasilkan murid yang mandiri dan bertanggungjawab. Langkah-langkah adalah menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah dan menanyakan keyakinan.
