KURIKULUM MERDEKA APANYA?
Oleh Oki Siwi
Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional
terdapat dalam pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi: “Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.”
Peserta didik menjadi fokus agar memiliki
kriteria sebagai pelajar pancasila. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan yang
terarah bagi guru agar dapat berfokus dan berpihak pada kepentingan belajar
peserta didik. Standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar
penilaian yang dahulu ada di kurikulum merdeka diterjemahkan sehingga dapat
lebih adaptif dan fleksibel.
Pemerintah menetapkan struktur kurikulum
berisi mata pelajaran dan alokasi jumlah jam pelajaran yang harus ditempuh
dalam satu tahun. Namun dalam pelaksanaan guru dapat leluasa mengatur kapan dan
bagaimana waktu tersebut ditempuh dalam satu tahunnya. Semua disesuaikan dengan
karakteristik sekolah masing-masing. Capaian pembelajaran ditetapkan pemerintah
per fase namun alur tujuan pembelajaran ditentukan oleh guru disesuaikan dengan
konteks yang ada sehingga tercapai kompetensi.
Prinsip pembelajaran dan asesmen
ditetapkan juga oleh pemerintah namun perangkat, cara mengajar, strategi boleh
berbeda sesuai keinginan guru. Perangkat ajar dan kurikulum operasional
ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing. Namun begitu pemerintah masih
memberikan pilihan alternatif dan bantuan contoh untuk berbagai karakteristik
daerah untuk perangkat pembelajaran. Bisa memilih, memodifikasi bahkan membuat
sendiri sesuai kebutuhan sekolah.
Profil pelajar pancasila ada enam
dimensi yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia,
mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong royong dan kreatif.
Dimensi ini akan dijabarkan menjadi elemen dan sub elemen dalam pembagian per
fase sesuai perkembangan peserta didik. Memberikan penjabaran dimensi profil
pelajar pancasila secara detail sampai ke sub elemen agar semua guru mempunyai
pandangan dan cara penilaian yang sama dalam memberikan pembelajaran melalui
capaian pembelajaran.
Acuan profil pelajar pancasila yang
lebih detail dan terarah per fase dalam pembelajaran sehingga tujuan ketercapainya
dapat terukur dengan baik. Proses pencapaiannya bukan hanya terintegrasi pada
intrakurikuler namun juga pada kegiatan ekstra dan kokurikuler. Projek
penguatan karakter profil pelajar pancasila dan budaya sekolah juga ikut
membangun terbentuknya kompetensi dan karakter dalam keseharian dan dihidupkan
dalam diri setiap peserta didik.
Projek lintas disiplin ilmu yang kontekstual
dan berbasis pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan yang ada disekitar
lingkungan sekolah. Kedepannya peserta didik diharapkan menjadi memiliki kesadaran
dan menjadi solusi terhadap masalah yang ada. Menjadi warga masyarakat yang
ikut memberikan konstribusi nyata terhadap lingkungannya. Secara nyata ikut
membangun diri dan lingkungan sambil belajar. Peserta didik, guru, sekolahnya
merdeka belajar menjadi pribadi yang bermartabat dan bermanfaat.
Jakarta, 13 Februari 2022
Hari Minggu-22
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar