HIKMAH
Oleh Oki Siwi
Pelajaran bisa kita dapat dari mana
saja. Pengalaman pribadi atau jalan hidup orang lain. Hikmah dari sebuah
peristiwa adalah pelajaran yang berharga. Mengambil hikmah dari segala
peristiwa yang terjadi perlu kesabaran dan keikhlasan hati. Hikmah yang diambil
tentu saja sisi baik dan positifnya saja. Peristiwa atau kejadian belum tentu
baik kadang menyakitkan dan membuat luka. Namun mengenang semuanya hanya
sebagai pelajaran tanpa harus terluka lagi perlu tingkat kedewasaan yang
tinggi.
Kejadian dan pengalaman buruk dalam
kehidupan pasti pernah dialami oleh kita semua. Berbagai peristiwa sungguh tidak
akan terlupa. Memori yang akan terus ada dalam hati dan pikiran. Beberapa
sampai bisa membuat trauma yang panjang. Tidak apa-apa menangislah jika membuat
sedih, teriaklah jika memang sakit sekali rasanya. Lepaskan semua yang sesak di
dada. Tidak perlu takut semua atas izin Allah. Mintalah padaNya untuk selalu
dikuatkan dan dijaga dari semua yang mengecewakan.
Takdir tidak semuanya menyenangkan. Setidaknya
itulah yang ita rasakan. Tapi tentu saja bukan sengaja sang pencipta
memberikannya. Semua sudah dirancangnya dengan baik dan sempurna, hanya kita
saja yang tidak tahu kebaikan apa yang ada didalamnya. Karena sebaik-baik
peristiwa adalah dalam batas kemampuan kita. Saat hal buruk terjadi dalam hidup
kita dunia seperti mau hancur saja rasanya. Bingung bagaimana mengatasinya?. Kepada
siapa harus mengadu?. Dimanakan keadilan. Mengapa ini terjadi padaku?. Dan
jutaan pertanyaan yang mungkin muncul saat kita sedang jatuh.
Tetaplah tenang, hadapi semuanya.
Kuatkan diri dan percaya pertolongan pasti ada. Sang pencipta tidak tidur dan
sayang pada kita. Bertahan dengan kesedihan yang ada, harus yakin ada bahagia
dan hikmah dibalik semuanya. Pelajaran berat dan berharga adalah belajar dari
luka dan duka. Saar terguncang jangan paksa dan berpura-pura kuat. Carilah
pertolongan. Rangkul orang yang mau dan bisa membantumu. Temukan solusi dan
pantang menyerah.
Sulit untuk tidak mendendam, terutama
pada orang yang pernah menancapkan pisau pada kita. Berdoalah agar waktu bersama
kita untuk melupakan dan berdamai dengannya. Tidak harus dan tidak mungkin
semua kembali seperti semula. Tapi kita harus menjadi lebih baik. Setelah pelajaran
kehidupan yang berat itu kita tidak berubah baik maka tidak ada hikmah yang
kita ambil.
Prasangka baik pada takdir dan jalan
hidup sedikitnya dapat membantu melawan kesal. Amarah harus bisa diredam dengan
syukur atas nikmat lain yang kita dapatkan. Tidak mungkin takdir baik tidak
terjadi pada seseorang. Semua seimbang dan pada porsinya sudah dirancangkan pada
kita. Fokus pada segala nikmat dan anugerah yang sekarang kita nikmati. Hal-hal
kecil seperti lezatnya nasi putih hangat, tempe goreng, lalapan dan sambal ditemani
segelas teh manis hangat harus disyukuri. Karena semua itu hambar jika kita
sedang sakit gigi. Berbuat baiklah terus sampai kita benar-benar jadi orang
baik yang tulus karena Allah. Aamiin.
Jakarta, 17 Februari 2022
Hari ke 24
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar