MERDEKA ADALAH BERDAYA
Oleh Oki Siwi
Pada kurikulum merdeka diharapkan
terjadi adanya perubahan. Perubahan asesmen salah satu yang ingin dilakukan
dalam kurikulum merdeka. Ada 5 prinsip asesmen dalam kurikulum merdeka. Asesmen
merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran
dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk guru, peserta
didik dan orangtua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi
pembelajaran selanjutnya. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi
asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan tehnik dan waktu pelaksanaan
asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
Asesmen dirancang secara adil,
proposional, valid, reriabel untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan
keputusan tentang langkah selanjutnya. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta
didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat
tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.
Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan
orangtua sebagai bahan refeksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Prinsip asesmen ini akan dilakukan oleh
guru dan sekolah sebagai bagian dari perubahan yang harus dilakukan agar
merdeka belajar. Merdeka belajar bertujuan untuk mencapai pendidikan
berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia melalui transformasi insfrastruktur
dan teknologi, kebijakan, prosedur dan pendanaan, kepemimpinan, masyarakat dan
budaya serta kurikulum, pedagogi dan asesmen. Mempunyai peran penting dalam
upaya pemulihan dari krisis pembelajaran dan perbaikan kualitas pembelajaran,
menjadi terobosan terbaru dalam membantu guru untuk saling terhubung,
berkolaborasi dan menginspirasi dalam mewujudkan profil pelajar pancasila demi
kemajuan pendidikan Indonesia.
Paradigma asesmen penerapan pola pikir
bertumbuh. Pendidik diharapkan menerapkan pembelajaran dengan pola pikir
bertumbuh dalam proses belajar. Tergambar pada umpan balik yang menstimulasi
pola pikir bertumbuh, memberikan peserta didik kesempatan untuk melakukan
evalusi diri dan merefleksikan pembelajaran serta melaksanakan moderasi dalam
asesmen. Asesmen juga punya paradigma keterpaduan yaitu sebagai bagian dari
pembelajaran mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan
yang saling terkait dimana sudah ada dicapaian pembelajaran. Guru harus
menentukan asesmen berdasarkan ketiga ranah tersebut.
Paradigma asesmen berikutnya keleluasaan
dalam menentukan waktu pelaksanaan asesmen. Pendidik diberikan keleluasaan
dalam menentukan waktu pelaksanaan asesmen formatif dan sumatif sesuai dengan
karakteristik kompetensi pada tujuan pembelajaran. Karena alur tujuan
pembelajaran yang digunakan mungkin berbeda, maka waktu pelaksanaan asesmen
formatif dan sumatif disetiap kelas mungkin berbeda.
Keleluasaan dalam menentukan teknik dan
instrumen asesmen adalah paradigma asesmen berikutnya. Pendidik memiliki
keleluasaan dalam dalam merencanakan dan mengunakan tehnik dan instrumen dengan
mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran, karakteristik dan kemampuan
peserta didik. Capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran, serta sumber daya
pendukung yang tersedia.
Paradigma asesmen yang selanjutnya
keleluasaan menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Setiap satuan
pendidikan akan menggunakan alur tujuan pembelajaran dan modil ajar yang
berbeda, sehingga untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran,
pendidik akan menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam bentuk kuantitatif
maupun data kualitatif sesuai dengan karakteristik tujuan pembelajaran,
aktivitas pembelajaran, dan asesmen yang dilaksanakan. Kriteria ini disebut
dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Dua paradigma asesmen terakhir yaitu mengolah
hasil asesmen dan menentukan kenaikan kelas.
Jakarta, 20 Februari 2022
Hari Minggu-27
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar