PETUALANGAN
Oleh Oki Siwi
Awal mula petualangan seru dimulai dari
mahasiswi. Beberapa teman mengajak untuk mengikuti kegiatan perkemahan di pulau
Sempu yang berada di kota Malang Jawa timur. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang
bergerak dibidang konservasi satwa penyelenggara acara tersebut. Tanpa
pengetahuan dan pengalaman apapun akhirnya kami bertiga mahasiswi ini memulai
petualangannya.
Karena kurangnya pengetahuan kami
berangkat menggunakan bus. Setelah terlanjur baru kami tahu bahwa lebih cepat
dan nyaman jika naik kereta. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan dengan
bus dan sempat harus dioper pindah bus lain akhirnya kami sampai juga. Perjalanan
selanjutnya dengan angkot kecil, kami pun sampai di kantor KSBK (Konservasi Satwa
Bagi Kehidupan).
Kantor dua lantai itu berisikan beberapa
orang staf dan pimpinan. Kami disambut dengan baik, setelah berbincang, membersihkan
diri dan beristirahat sejenak perut lapar pun minta diisi. Ternyata makanan di
Malang sangat murah kami yang pas-pasan ini sangat senang sekali, makan dengan
puas, perbaikan gizi kelakar kami.
Keesokannya
mulai berdatangan peserta lain dari berbagai daerah. Perjalanan selanjutnya
dengan kendaraan darat melalui jalan yang berkelok dan berliku. Beberapa sampai
mabuk diperjalanan. Pulau sempu dikelilingi perairan laut sehingga kami harus naik
kapal kecil untuk sampai kesana. Sesampainya disana kami lanjutkan dengan
berjalan kami melewati hutan.
Ditengah pulau ada danau, didekat danau
itulah kami mendirikan tenda. Pada malam hari masih suka terdengar suara
kucing-kucing liar besar yang menyeramkan. Entah kami di takut-takuti atau
tidak tapi suara itu memang ada. Api unggun dinyalakan untuk mengusir hewan-hewan
buas yang mungkin saja kebetulan lewat. Kabarnya pulau Sempu sering juga
dipakai oleh tentara sebagai tempat latihan bertahan hidup di alam. Keesokannya
saat kami menjelajah pulau memang benar kami menemukan beberapa selongsong
peluru di tanah.
Kegiatan dirangkai sangat padat yang
paling berkesan adalah bird watching atau pengamatan burung. Kami dibagi
menjadi beberapa kelompok dan mencari titik pengamatan yang aman dan nyaman.
Dengan bermodal buku Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali
dan Kalimantan karya John MacKinnon dan
binokuler kami menemukan tempat yang cocok didekat pohon besar yang rindang
ditepi dataran yang cukup luas, menurut para panitia jika musim penghujan
daerah tersebut akan penuh dengan air.
Kami berusaha tidak bersuara agar tidak
mengganggu burung-burung yang akan kami amati. Benar saja tidak berapa lama
kawan-kawan yang telah berpengalaman dan sering melakukan bird watching memberikan
kode agar kami melihat kesuatu arah. Dan benar saja sungguh perasaan yang luar
biasa pertama kalinya bisa melihat burung rangkong atau kangkareng terbang dan
hinggap bercengkrama disebuah pohon.
Burung yang cantik dengan suara yang
besar. Indah sekali. Selanjutnya beberapa jenis burung juga kami temui, tidak
lupa kami catat dan gunakan buku panduan untuk mengetahui nama burung tersebut berdasarkan
ciri-ciri tubuh yang dimilikinya. Burung raja udang biru dan sri gunting juga sangat
berkesan untuk kami.
Kegiatan di Pulau Sempu itu menjadi awal
petualangan kami selanjutnya berkeliling dibeberapa kota-kota besar di
Sumatera, Jawa dan Bali untuk ikut kampanye pelestarian satwa liar. LSM yang
kini bernama Profauna Indonesia pernah mengadakan kampanye penyelamatan beruang
dan parrot atau burung paruh bengkok.
Petualangan yang seru bagi kami sebagai
pengalaman yang tidak terlupakan. Masa-masa dimana kami dengan leluasa
berpergian dalam waktu yang cukup lama. Petualangan bersama-sama dengan kawan-kawan
dari berbagai kota dengan berbagai karakter dan tingkah laku. Membantu kampanye
penyelamatan satwa sambil berkeliling kota gratis bersama kawan-kawan sungguh
menyenangkan dan tidak terlupakan.
Jakarta, 9 Februari 2022
Hari ke 18
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar