SELAYANG PANDANG KURIKULUM MERDEKA
Oleh Oki Siwi
Masa pandemi Covid-19 sekarang ini pemerintah
membatasi kegiatan belajar dan mengajar di sekolah guna memutus rantai
penyebaran virus. Setelah kurang lebih satu setengah tahun peserta didik melakukan
penbelajaran dari rumah. Pemerintah mulai melakukan pembelajaran tatap muka
terbatas. Berbagai kebijakan dibuat untuk dapat tetap memberikan pelayanan pendidikan
bagi seluruh peserta didik.
Pemerintah memberikan pilihan tiga kurikulum
yang bisa dipakai pada satuan pendidikan pendidikan. Kurikulum 2013, kurikulum
darurat dan kurikulum merdeka adalah kurikulum yang dapat dipilih berdasarkan
kemampuan dan kesiapan sekolah masing-masing. Kurikulum merdeka adalah kurikulum
terbaru yang berpusat dan berpihak kepada peserta didik. Kurikulum yang dirancang
sebagai salah satu solusi mengatasi learning loss dan tercapainya
tujuan pendidikan nasional.
Kurikulum merdeka memiliki arah
perubahan yang cukup signifikan. Pada kurikulum merdeka strukturnya lebih fleksibel,
dengan jam pelajaran yang memiliki target dalam rentang waktu yang cukup pajang
sekitar satu tahun. Materi pelajaran yang diberikan berfokus pada materi yang essensial.
Capaian pembelajaran yang akan dituju diatur dalam fase bukan per tahun. Fase
bisa ditempuh dalam dua atau tiga tahun.
Pada kurikulum ini guru diberikan kebebasan
dan keleluasaan dalam menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dari
karakteristik peserta didik. Kemitraan dari semua stakeholder akan menunjang
berhasilnya kurikulum merdeka. Kolaborasi, komunikasi dari komunitas guru yang
ada diharapkan memberikan banyak inspirasi praktik baik yang dapat diadopsi
oleh guru lain sesuai dengan kebutuhan.
Pada kurikulum merdeka dibuat aplikasi guna
menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk terus dapat mengembangkan praktik
baik secara mandiri atau secara berkelompok. Inovasi dan kreatifitas guru dalam
melaksanakan pembelajaran dapat dibagi dan disempurnakan oleh sesama kolega
guru diberbagai tempat diseluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya kurikulum ini bisa
diterapkan sebagian atau hanya prinsipnya saja terlebih dahulu sambil tetap melaksanakan
kurikulum yang biasa dilakukan. Jika mau dapat menggunakan perangkat ajar yang
sudah disediakan dalam aplikasi. Atau jika sekolah mampu dapat merancang
sendiri perangkat ajar yang akan diberikan kepada peserta didik.
Keberpihakan kepada peserta didik menjadikan
guru leluasa memilih dan memodifikasi rancangan pembelajaran dan assesmen
sesuai dengan tuntutan zaman dan kearifan lokal masing-masing wilayah. Ketika
peserta didik dan guru memiliki kemerdekaan dalam belajar maka akan ada
perubahan interaksi antara keduanya menjadi lebih intens. Pembelajaran menjadi
lebih berkembang kearah yang benar-benar dibutukan peserta didik.
Peserta didik yang berinisiatif, mampu
bersuara dan dapat memberikan umpan balik pada diri sendiri, teman sebaya dan
juga guru. Peserta didik yang memiliki profil pelajar pancasila menjadi
penuntun arah. Kebijakan yang dibuat juga akan mengarahkan terbentuknya profil
pelajar pancasila yang diturunkan dari tujuan pendidikan nasional yaitu punya
karakter dan kompetensi yang universal dari semua mata pelajaran. Sehingga
diharapkan nantinya peserta didik mampu bersaing, mengatasi segala rintangan
dan hidup dengan bermartabat di masa yang akan datang.
Jakarta, 12 Februari 2022
Hari ke 21
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar