BELAJAR SEPANJANG HAYAT
Oleh Oki Siwi
Bertumbuh dan berkembang adalah salah
satu tugas perkembangan manusia. Bertumbuh erat kaitannya dengan bertambah
besar tubuh dan terjadi perubahan secara fisik yang nampak dengan mata.
Sedangkan berkembang dihubungkan dengan perkembangan secara psikologis dan
sifat menuju kedewasaan. Perkembangan tidak secara langsung dapat diamati dengan
mata proses terjadinya. Kedewasaan seseorang bisa saja terlihat dari sikap dan perilakunya
sehari-hari. Namun begitu pengamatannya harus dilakukan dengan teliti dan menggunakan
teknik-tehnik tertentu.
Perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangan
mensyaratkan manusia untuk terus belajar. Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban.
Merubah diri karena telah dipelajari atau diketahui sesuatu yang baru sebagai
hasil dari proses belajar. Belajar dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu belajar
secara formal dan informal. Belajar secara formal tentu saja melalui lembaga-lembaga
resmi yang menyelenggarakan program pendidikan yang terstruktur dan berjenjang.
Belajar secara informal dapat dilakukan pada tempat yang memberikan layanan
pembelajaran yang sifatnya berupa keterampilan dan pelatihan.
Keinginan diri untuk terus belajar tentu
penuh tantangan. Setelah banyaknya tanggungjawab yang harus ditunaikan maka
kembali untuk belajar dan menuntut ilmu seperti beban yang berat. Menguatkan
niat, rajin menabung dan dukungan dari keluarga serta teman dapat membantu
menyalakan kembali obor semangat untuk melanjutkan pendidikan. Berharap
kompetensi bertambah dan mendapatkan inspirasi baru akan datang. Kalaupun hal
itu sulit namun jangan menyerah ada banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan diri.
Mengikuti berbagai kegiatan workshop dan
seminar. Aktif berorganisasi dan berkegiatan bersama komunitas yang diikuti
sesuai dengan minat dan bakat diri. Berkarya bersama dalam meningkatkan kompetensi.
Banyak membaca dan menonton tayangan di internet yang memberikan berbagai pilihan
yang menarik. Mencari ide baru dan inspirasi dengan berdiskusi dengan rekan
sejawat. Padatnya kegiatan kerja, pribadi, sosial dan keluarga menjadi tantangan
tersendiri dalam mencari-cari waktu yang seakan tak pernah cukup dan cepat
sekali berlalu.
Secara pribadi masih perlu rasanya
mengasah kembali kesabaran dalam menghadapi berbagai masalah. Membina kembali
diri agar lebih banyak lagi melakukan kebaikan-kebaikan yang dapat menunjang
kita beribadah lebih khusyuk lagi. Lebih banyak kesempatan bersosialisasi
dengan teman dan tetangga sebagai bentuk jalinan silaturahmi yang baik.
Memberikan waktu lebih banyak lagi untuk bersama dengan keluarga melakukan
perjalanan dan berlibur bersama. Mengisi hari-hari dengan hal-hal yang lebih
banyak lagi manfaatnya.
Berolahraga secara rutin dan konsisten
mudah-mudahan bisa dilakukan. Bertambahnya usia seperti mewajibkan kita
memberikan perhatian lebih pada kesehatan tubuh. Usia seperti memberikan
peringatan agar berhati-hati dan menjaga pola makan dan istirahat dengan baik.
Kegiatan olah tubuh yang dulu bukan prioritas nampaknya sekarang harus menjadi
lebih teratur lagi agar badan tetap sehat dan bugar. Keseimbangan dari semua
aktifitas yang dilakukan harus dijaga agar kesehatan mental dan tubuh tetap
terjaga.
Jakarta, 21 Februari 2022
Hari ke 26
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar