BUKU INI AKU PINJAM
OKI SIWI
NO. KTA PGRI
09030602530
Buku benda berhargaku. Dulu
dengan gaji tak seberapa sebagai guru, orangtuaku selalu menyetujui jika ada
permintaan tentang buku yang harus dibeli. Buku baru selalu membawa
kebahagiaan. Bentuknya yang rapih, lembar demi lembarnya kaku dengan aroma khas
kertas. Jemari ini senang membuka halamannya selembar demi selembar, membaca
satu kata demi satu kata di dalamnya. Seakan menemukan harta karun karena
selalu ada kejutan kejutan dan hal-hal baru yang aku temui. Disaat teman-teman
mampu untuk ikut les tambahan aku hanya punya buku untuk menemaniku belajar. Buku
pelajaran atau pun buku cerita populer semua punya kenangan tersendiri buatku. Pada
masa itu tidak banyak pengalihan perhatian seperti games atau sosial media
seperti sekarang. Buku menjadi teman saat sepi.
Buku sejak dulu sudah
dipergunakan manusia sebagai panduan, catatan dan memori sejarah serta budaya.
Jenis dan macamnya beraneka. Mulai dari yang ringan, bergambar, sampai sastra
dengan tingkat diksi yang tinggi. Buku dalam sejarah bermetamorfosis dalam
berbagai rupa. Awal sejarah kertas dari tumbuhan papirus. Ada juga sejarah yang
mencatatkan buku pada daun seperti daun lontar, kulit kayu dan kulit domba.
Lembaran atau gulungan pernah juga menjadi bentuk buku. Tulisannya punya berubah
mulai dari gambar-gambar dan simbol, tulisan-tulisan kuno yang semuanya ditulis
tangan hingga sekarang diketik dan dicetak.
Buku saat ini mengikuti zaman
dimuat pula dalam bentuk digital atau e-book. Buku yang dapat kita baca
dan miliki dalam bentuk file. E-book lebih praktis dan hemat biaya produksi. Namun
bagi pembaca buku “senior” yang sejak awal telah mengenal buku dalam bentuk
cetak fisik, membaca buku dalam bentuk buku cetakan lebih disukai. Agaknya
membaca e-book kurang memberikan kepuasan yang lebih dibandingan membaca
buku cetak. Menyentuh buku dan menggenggamnya ditangan, memberikan tanda
lipatan kecil atau selipan penanda batas buku pada halaman terakhir yang kita
baca memberikan memori yang dirindukan pada buku cetak. Bagaimanapun nanti buku
akan berubah bentuk para pencinta buku akan selalu setia.
Kitab-kitab pembawa agama manusia
juga merupakan buku. Ajaran yang berasal dari Tuhan sang pencipta di wahyukan
pada nabi-nabi-Nya. Wahyu-wahyu tersebut di kumpulkan menjadi kitab-kitab yang
sejatinya adalah perkataan Tuhan untuk manusia sebagai panduan untuk menjalanin
kehidupan di dunia dan di akhirat nanti. Buku menjadi penting karena banyak hal,
namun tidak semua. Ada juga buku yang dapat menyesatkan. Beberapa dilarang
untuk di baca, bahkan dimusnakan karena beberapa alasan ada yang menghasut,
berisi kebohongan atau pelanggaran hak cipta.
Buku bernilai bagi yang dapat
mengambil hikmah, ilmu dan pesan yang tersirat maupun tersurat. Mencintai buku
memberikan banyak manfaat. Bertambah pengetahuan dan wawasan baru salah
satunya. Buku sebagai warisan, buku sebagai hadiah atau pun buku sebagai kenangan.
Buku juga pernah menjadi benda yang mempererat pertemanan karena selain bisa meminjam
buku diperpustakaan, kita juga saling pinjam buku dengan teman. Bertukar buku
apa yang belum dibaca, barter pinjam dengan buku yang kita miliki. Terkadang buku
bisa juga menjadi media untuk menyampaikan isi hati, dengan penyelipkan surat
pada buku yang kita pinjam dari orang yang menarik perhatian. Buku ini aku
pinjam tapi cinta soal hati. Sudahkan anda membaca buku hari ini?
Jakarta, 09 Februari
2021.


0 komentar:
Posting Komentar