Sabtu, 29 April 2023

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN



“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).Bob Talbert.

Kutipan di atas kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang saya pelajari saat ini adalah nilai-nilai kebajikan menjadi dasar dan penting ditanamkan dalam diri seorang anak, diharapkan nantinya jika dihadapkan pada suatu keadaan yang membutuhkan keputusan maka keputusan yang dibuah adalah keputusan yang berdasarkan nilai-nilai kebajikan.

Nilai-nilai atau prinsip yang kita anut pasti akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil dan memberikan dampak pada lingkungan kita. Karena keputusan yang diambil akan melalui pertimbangan, saat melakukan ini maka nilai-nilai yang kita anggap penting akan mempengaruhi pemikiran kita dalam mengambil keputusan.

Saya sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan saat merancang pembelajaran dapat memilih untuk memasukan pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang berpusat pada murid. Sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, bermakna sesuai dengan kesiapan belajar, kebutuhan dan profil murid.

 

Education is the art of making man ethical.

(Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis).

~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Menurut saya maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah saya alami di modul ini adalah dalam suatu proses pendidikan harus berlangsung transfer pengetahuan dengan cara yang menyenangkan dan membuat anak menjadi menghargai diri dan lingkungannya. Bukan hanya sekedar belajar dan mengajar namun memberikan pengalaman belajar yang memberikan goresan karakter sehingga tertanam dalam diri anak nilai-nilai kebajikan yang membuatnya menjadi anak yang baik berkarakter sesuai profil pelajar Pancasila.

 

Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Pratap triloka terdiri dari 3 semboyan yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani artinya adalah didepan memberi, teladan di tengah membangun motivasi, di belakang memberikan dukungan. Filosofi Ki Hajar Dewantara ini sangat mendukung penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Dalam melakukan pengambilan keputusan seorang pemimpin harus dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait dan dampak dari keputusan yang dibuat. Berpihak pada murid, memperhatikan nilai-nilai kebajikan dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil adalah hal-hal yang perlu menjadi dasar mengambil keputusan. Kebijaksanaan, musyawarah dan aturan yang berlaku juga bisa dijadikan arahan dalam memutuskan sesuatu. Keputusan seorang pemimpin pembelajaran harus dapat menginspirasi, memberikan motivasi dan mendukung berlakunya budaya positif.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Di saat membuat keputusan ada proses pertimbangan yang terjadi. Pertimbangan ini secara tidak sadar akan sangat dipengaruhi dengan nilai-nilai yang kita yakinin di saat akan membuat keputusan. Nilai-nilai yang tertanam dalam diri akan membentuk cara kita berpikir dan membuat keputusan. Setiap manusia pasti akan memberikan pertimbangan yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, hal ini juga akan memberikan hasil keputusan yang mungkin saja akan berbeda pula tentu saja yang sesuai dengan nilai diri. Itulah mengapa seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai diri yang baik, berpihak pada anak, kreatif, inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Panduan dengan 9 langkah pengujian akan memperkuat seorang pemimpin dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai kebajikan yang universal.

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching merupakan proses bimbingan yang membuat coachee menemukan sendiri solusi dari persoalan yang dihadapi sehingga semakin tergali potensi diri. Setiap manusia akan memiliki naluri untuk mempelajari hal baru, sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan. Praktik coaching yang telah  saya lakukan bersama dengan sesama CGP, pengajar praktik dan rekan sejawat melatih saya untuk mampu membuat keputusan-keputusan yang diperlukan agar masalah yang dihadapi terselesaikan. Pengambilan keputusan tidak selalu berjalan efektif pada awalnya,  namun seiring dengan waktu proses coaching menjadi lebih natural dan berjalan sesuai dengan alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi dan Tanggungjawab). Pengambilan keputusan menjadi lebih efektif jika sudah melalui 9 langkah pengujian. Langkah pertama saya harus mengenali dulu nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus tersebut. Kemudian  saya harus menentukan siapa saja yang terlibat. Setelah itu kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan kasus. Langkah selanjutnya saya lakukan pengujian benar atau salah  melalui berbagai uji berikut yaitu uji legal, Regulasi/Standar Profesional, Intuisi, Publikasi, Panutan/Idola. Jika lulus semua uji maka dapat dilanjutkan pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi,  investigasi opsitrilema, lalu buat keputusan, terakhir lihat lagi keputusan dan refleksikan. Pertanyaan tentang bagaimana membeda dilema etika dan bujukan moral tidak lagi muncul setelah berlatih melakukan coaching dalam mengambil keputusan dengan 9 langkah pengujian. Dilema etika terjadi jika pilihan yang ada adalah benar dan benar sedangkan bujukan moral adalah saat pilihan yang ada benar dan salah.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosional akan sangat mempengaruhi terhadap pengambilan suatu keputusan terutama masalah dilema etika. Dilema etika adalah masalah yang muncul dengan pilihan dimana keduanya sama-sama benar dan punya nilai kebajikan. Membuat keputusan dilema etika cenderung lebih sulit dan sangat dipengaruhi oleh seberapa baik kemampuan seorang guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosional. Kompetensi sosial dan emosional yaitu Kesadaran Diri, Manajemen Diri, Kesadaran Sosial, Keterampilan Berelasi, Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab. Memahami dan memiliki kemampuan mengelola serta menyadari aspek sosial dan emosional adalah suatu keuntungan yang besar jika dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran karena salah satu kompetensinya pengambilann keputusan yang bertanggung jawab. Pengambilan keputusan jelas membutuhkan kematangan dan kedewasaan diri. Seorang guru akan selalu memperhatikan well-being dari murid-muridnya untuk itu diperlukan penentuan dan keputusan dari pilihan-pilihan metode dan cara belajar yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan murid sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Kasus-kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika sangat penting untuk diselesaikan secara tuntas, nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik harus berpusat pada nilai-nilai kebajikan universal. Masalah etika agaknya cenderung lebih sulit diputuskan karena biasanya pertentangan yang terjadi antara benar dan benar atau kedua pilihan punya nilai kebajikan. Jika sudah seperti ini maka pilihan manapun yang dipilih akan tetap punya nilai kebenaran akan tetapi pilihan akhir yang akan menjadi keputusan biasanya akan sangat dipengaruhi secara tidak langsung dengan nilai-nilai yang lebih kuat dianut oleh seorang pendidik yang terlibat dalam masalah ini sebagai pembuat keputusan. Agaknya tidak terlalu berlebihan jika seorang pendidik diharusnya punya nilai-nilai universal yang baik tertanam dalam dirinya, berpihak pada murid dan bertanggung jawab. Diharapkan nantinya jika berhadapan pada dilema etika maupun bujukan moral keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik dan telah melalui 9 langkah pengujian.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dibuat dari proses yang telah mempertimbangkan semua hal, bisa diterapkan dengan melakukan 9 langkah pengujian. Seorang pemimpin pembelajaran yang baik akan bijaksana, meminta pendapat orang lain, belajar dari pengalaman dan mengutamakan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada murid dan bertanggungjawab. Keputusan yang diambil tentu saja tidak bisa menyenangkan semua orang akan tetapi semua yang terlibat dan berada di lingkungan sekolah harus patuh dan melaksanakan keputusan yang telah disepakati dengan penuh tanggungjawab. Harus ditanamkan rasa percaya dan komitmen bersama bahwa semua yang telah diputuskan adalah yang terbaik dan telah dipertimbangkan dengan matang.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang ada di lingkungan saya dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika adalah belum tersosialisasi pemahaman dilema etika dan pembiasaan terhadap proses serta pelaksanaan pengambilan keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin. Ya perubahan paradigma yang baru dilingkungan saya tentu saja sangat berpengaruh karena sekolah kami baru saja melakukan perubahan jadi masih dalam proses menuju peningkatan dan perbaikian menggunakan paradigma yang baru. Saya yakin kedepannya pasti akan lebih baik lagi seiring dengan berjalannya paradigma yang baru.

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Keputusan yang diambil seorang guru dalam memilih pengajaran yang memerdekakan murid-murid akan sangat berpengaruh. Murid yang terlayani sesuai dengan bakat dan minatnya belajar dengan senang dan gembira akan tumbuh menjadi anak yang kompeten. Pembelajaran yang berdiferensiasi bisa diterapkan untuk menciptkan pembelajaran yang tepat sesuai potensi murid yang berbeda-beda. Melakukan asesmen diagnostik terlebih dahulu agar dapat melakukan pemetaan terhadap kebutuhan belajar murid. Setelah itu dapat ditindaklanjuti dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi konten, proses atau produk agar pembelajaran menjadi sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan belajar murid.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran dapat membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid karena apa yang dilakukan dalam kegiatan belajar dan mengajar akan diingat dan memberikan pengaruh pada diri murid. Pengalaman belajar dan suasana yang tak terlupakan akan membekas dalam ingatan dan hati seorang murid. Sangat penting bagi seorang guru untuk merancang dan mempersiapkan pembelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, kesiapan dan kebutuhan belajar murid. Mempersiapkan proses belajar dengan memilih dan membuat keputusan yang tepat mulai dari media pembelajaran, model, evaluasi dan apa yang dibutuhkan murid sangatlah penting. Nilai-nilai dan proses yang terjadi dalam kelas akan membentuk dan mempengaruhi perkembangan murid.

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin merupakan materi yang penting bagi seorang pemimpim pembelajaran. Setelah mempelajari materi ini pengetahuan dan keterampilan dalam menganalisis penyelesaian suatu kasus menjadi bertambah dengan mampu membedakan kasus dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.1 refleksi filosofis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah dalam melakukan pengambilan keputusan harus mengutamakan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada muird dan bertanggung jawab. Sehingga akan tercipta pemimpin pembelajaran yang menjadikan murid sebagai pusat pembelajaran, mendidik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak adalah sebagai guru penggerak dengan nilai-nilai kemandirian, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak kepada murid membutuhkan panduan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan sebagai salah satu cara untuk mengambil keputusan untuk memperkuat nilai-nilai yang telah dimiliki.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.3 visi guru penggerak adalah dengan mempraktikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat dijadikan salah satu proses membentuk pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Dalam mewujudkan visi kedepannya nanti 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat membantu menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 1.4 budaya positif adalah 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat dijadikan salah satu budaya yang dapat menghasilkan keputusan yang berpihak pada murid dan nilai-nilai kebajikan. Keputusan yang dihasilkan pun dapat dipertanggungjawabkan.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 2.1 memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi adalah pengambilan dan pengujian keputusan yang dilakukan seorang pemimpin pembelajaran sehingga mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik murid, memperhatikan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 2.2 pembelajaran sosial dan emosional adalah seorang pemimpin pembelajaran yang baik dalam mengambil dan mengujikan suatu keputusan harus memperhatikan dan menggunakan pembelajaran sosial dan emosional dengan 5 kompetensinya kesadaran diri, kesadaran sosial, manajemen diri, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.

Keterkaitan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan modul 2.3 coaching untuk supervisi akademik adalah pemimpin pembelajaran sebaiknya melakukan coaching kepada coacheenya agar dapat menerapkan pengambilan dan pengujian keputusan dalam menghadapi suatu persoalan sehingga nantinya dapat memberikan rasa percaya diri atas keputusan yang telah dibuat sesuai langkah-langkahnya.

  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika merupakan peristiwa dimana terdapat dua persoalan yang keduanya sama-sama mempunyai nilai kebenaran dan kebajikan. Bujukan moral merupakan peristiwa dimana terdapat dua persoalan salah satunya mempunyai nilai kebenaran namun yang satunya tidak. Memahami  4 paradigma dilema etika yaitu melihat persoalan tersebut dalam pertentangan  yang mana apakah individu lawan kelompok (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), atau jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Saya juga telah memahami 3 prinsip dilema etika yaitu berpikir berbasis hasil akhir (ends-based thinking), berpikir berbasis peraturan (rule-based thinking) atau berpikir berbasis rasa peduli (care-based thinking). Melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan untuk penyelesaian masalah, langkah-langkahnya mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, pengujian benar atau salah dengan uji legal, uji regulasi/standar profesional, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan/idola jika ada yang tidak sesuai maka masalah tersebut adalah bujukan moral dan tidak perlu dilanjutkan pengujiannya namun jika semua uji sesuai maka masalah ini adalah  dilema etika sehingga bisa lanjut ke pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi, investigasi opsi trilemma, buat keputusan, lihat lagi keputusan dan refleksikan. Hal-hal diluar dugaan saya adalah antara dilema etika dan bujukan moral adalah dua hal yang berbeda. Mempelajari perbedaannya melalui kasus-kasus yang ada awalnya masing sedikit membingungkan namun setelahnya mulai terlihat dimana letak perbedaanya dengan melakukan 9 langkah pengujian. Dalam melakukan penyelesaian masalah terhadap keduanya juga membutuhkan pendekatan yang berbeda.

  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Ya pernah, sebelum mempelajari modul ini saya pernah dihadapkan pada situasi moral dilema tapi saya belum tahu itu, yang saya tahu ada masalah dan saya harus membuat keputusan. Keputusan yang saya ambil pun dibuat tanpa dasar pengetahuan tentang 9 langkah pengujian. Setelah mempelajari modul ini tentu saja saya menjadi lebih tahu, pengambilan keputusan pun dilakukan dengan menganalisis dulu dengan pengujian langkah pertama harus mengenali dulu nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus yang dihadapi. Kemudian harus ditentukan siapa saja yang terlibat. Setelah itu kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan kasus. Langkah selanjutnya lakukan pengujian benar atau salah  melalui berbagai uji berikut yaitu uji legal, regulasi/standar profesional, intuisi, publikasi, panutan/idola. Jika lulus semua uji maka dapat dilanjutkan pengujian paradigma benar lawan benar, melakukan prinsip resolusi,  investigasi opsitrilema, lalu buat keputusan, terakhir lihat lagi keputusan dan refleksikan.

  • Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Modul ini memberikan dampak pada diri saya setelah saya mempelajarinya. Sebelum mengikuti pembelajaran modul ini saya adalah orang yang sering ragu setelah mengambil keputusan, mempertanyakan kembali benar tidak ya keputusan saya ini?Karena biasanya keputusan yang saya buat hanya berdasarkan perasaan dan  mengikuti aturan yang berlaku saja. Namun setelah saya mempelajari materi ini saya menjadi berubah, sekarang lebih tahu bagaimana mempertimbangkan suatu masalah yang baik. Masalah dilema etika maupun bujukan moral sudah bisa saya bedakan. Menghilangkan keraguan ada caranya yaitu menggunakan 9 langkah pengujian. Alhamdulilah saya mendapat pengetahuan dan pengalaman baru sekarang lebih percaya diri dalam mengambil keputusan. Selalu mengutamakan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada murid dan bertanggung jawab adalah hal-hal yang sekarang saya terapkan selain 9 langkah pengujian.

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sebagai seorang individu modul ini sangat membantu saya nantinya saat dihadapkan pada pilihan dari persoalan dilema etika maupun bujukan moral. Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan sangat bermanfaat bagi diri saya. Hal baru bagi saya mempelajari langkah-langkah dalam menghadapi dan mempertimbangkan suatu masalah, menarik sekali setelah saya pelajari dan praktikan. Secara pribadi tentu saja hal ini bisa juga saya pakai dalam kehidupan pribadi. Sedangkan sebagai seorang pemimpin topik pada modul ini sangat penting memberikan panduan dan cara-cara yang bisa dilakukan jika nantinya ada permasalahan yang dihadapi. Solusi dan keputusan seorang pemimpin harus melalui 9 langkah pengujian. Paradigma dan prinsip pengambilan keputusan seorang pemimpin harus digunakan, meminta masukan dari pihak lain, dan menggunakan aturan yang berlaku perlu juga diperhatikan sebelum membuat keputusan. Kasus-kasus yang telah dianalisis bersama sangat membantu dan memperkaya pengalaman.


6 komentar:

  1. Terima kasih. Tulisannya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Tulisan yang sangat bagus, kereen, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembacanya, terima kasih&semangat teruss, lanjutkan👍

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas tulisannya yang sangat bermanfaat, menambah wawasan yang baru lagi. Semangat selalu Ibu👍🏻🙏🏻

    BalasHapus