EKSTRAKURIKULER
Oleh
Oki Siwi
Kegiatan tambahan diluar jam belajar merupakan
pengertian singkat dari ekstrakurikuler. Kegiatan yang dirancang agar menjadi
tempat bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat dan keterampilan.
Membina diri agar potensi yang ada didalam diri dapat berkembang dengan baik.
Melatih kemampuan dan menguatkan karakter peserta didik agar menjadi peserta didik
yang pancasilais. Motivasi dan semangat untuk mengenal kemampuan diri
ditingkatkan melalui berbagai kegiatan yang telah dirancang diluar jam belajar.
Berbagai kegiatan disajikan sebagai alternatif
pilihan yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan peserta didik. Kegiatan
ekstrakurikuler menuntut partisipasi aktif dari anggotanya dan melakukan kegiatan
dengan gembira dan terstruktur. Pramuka adalah salah satu kegiatan wajib yang
harus diikuti oleh seluruh peserta didik. Kegiatan lain seperti PMR (Palang
Merah Remaja), Paskriba (Pasukan Pengibar Bendera), KIR (Karya Ilmiah Remaja),
Rohis (Rohani Islam), Basket, Futsal, Pasuan Suara dan masih banyak lagi lainnya
dapat dipilih peserta didik untuk dipelajari.
Kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan agar
peserta didik mampu berkembang secara sehat jasmani dan rohani dengan baik. Merencanakan,
melaksanakan dan melaporkan sebuah kegiatan memberikan pengalaman
bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi antar peserta didik, peserta didik
dengan guru bahkan peserta didik dengan masyarakat sekitar. Peserta didik biasanya
senang dan gembira jika ada kegiatan walaupun lelah tapi sepertinya energi
mereka terus menyala sampai acara selesai. Menikmati proses yang dilalui sehingga
menjadi pengalaman berharga yang diharapkan memudahkan mereka menentukan masa
dengan dan karir masing-masing.
Terpaparnya peserta didik dengan bermacam
acara dan proyek menguatkan karakter mereka agar punya ketahanmalangan yang
kuat. Masalah yang dihadapi harus dapat dicari solusinya secara musyawarah dan
mufakat. Belajar berorganisasi, menjadi pemimpin, bekerja sama dalam sebuah kegiatan.
Masing-masing peserta didik tentu punya kemampuan dan karakter yang berbeda-beda.
Peserta didik harus mampu beradaptasi dengan cepat dan tepat.
Terlaksananya suatu acara membutuhkan
banyak persiapan, sarana prasarana, pembiayaan, koordinasi dan panitia acara yang
kompak. Selama kegiatan peserta didik secara langsung maupun tidak langsung
memperkuat karakter menjadi peserta didik yang kreatif. Mampu bergotong-royong
menyelesaikan semua yang diminta agar acara berlangsung dengan lancar. Kemandirian
peserta didik tentu saja dengan pengawasan dan bimbingan para pelatih dan guru
pembina.
Peserta didik yang bernalar kritis akan dengan
mudah mengatasi persoalan dengan kemampuannya menggunakan akal dan keberaniannya.
Segala hambatan yang mungkin muncul akan dicarikan cara agar dapat teratasi
dengan bantuan orangtua dan guru. Tantangan masa depan bukan hanya perbedaan di
masyarakat Indonesia akan tetapi berkebhinekaan global yang mendunia membutuhkan
keterampilan baru untuk menghadapi berbagai perbedaan yang ada. Dasar keimanan,
taqwa dan berakhlak mulia menjadi modal, pembeda dan ciri peserta didik Indonesia
sebagai bagian dari warga dunia
Jakarta, 22
Januari 2022
Hari Sabtu-6
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar