PELESIR
Oleh Oki Siwi
Pelesir punya berbagai sudut pandang.
Pelesir sebagai pelarian dari hiruk pikuk dan hingar bingar sibuknya suasana
jalanan di ibukota. Ramai dan padatnya kendaraan berjajar rapi berkilo bahkan
puluhan kilo meter terjebak dalam kemacetan. Suasana kerja yang dinamis dengan
berbagai suka duka, drama dan komedi situasinya memenuhi keseharian yang terasa
sangat cepat dan padat. Desakan rasa, emosi dan topeng-topeng sandiwara yang
perannya dimainkan setiap hari jadi beban yang kadang sudah tidak dirasa lagi.
Bergulir dan mengalir waktu tanpa terasa berulang kembali ke hal yang sama esok
harinya. Hampir terkadang tak sempat menikmati indahnya tenang dalam kedamaian.
Pelesir seperti pelarian sesaat.
Istirahat dari semua yang telah penuh dan terjadwal. Jeda yang memberikan energi
baru agar kembali segar. Berhenti sejenak meninggalkan semua yang biasa dilakukan
untuk menikmati suasana baru. Pengalihan pandangan dari yang selalu dilihat
dengan indahnya ragam pemandangan lain dimana keajaiban dapat ditanggap mata.
Memilih pelesiran yang dapat memenuhi
dahaga jiwa akan megahnya alam dan karya manusia. Tempat yang dapat memenuhi
hati dengan tenang, indah dan pesona penawan rasa akan jatuh cinta. Menarik nafas
dengan sangat dalam lalu menghebuskannya perlahan-lahan sampai habis. Tubuh
seakan ikut menyatu dengan lingkungan sekitar. Nikmat karena rindu akan kembali
telah terbayar. Atau karena suka cita tercapai harapan dan cita-cita berkunjung
ke tempat yang diimpikan.
Memori lama dipelesiran membawa kenangan
yang tak akan terlupa. Jika sudah berkali-kali tempat itu dikunjungi. Biasanya
tetap saja ada yang baru ditemui dan dirasakan. Setiap kunjungan punya ceritanya
masing-masing. Pelesiran yang baru dikunjungi, terlebih jika itu adalah tempat
yang telah lama ingin datangi seperti mimpi yang jadi nyata. Tidak lupa diambil
foto dan video sebagai tanda keabadian pernah hadir kita disana.
Pelesir sebagai pemenuhan akan keseimbangan
hidup. Tempat, jalan, orang, bangunan, alam, kejadian, peristiwa, makanan,
minuman dan oleh-oleh pelengkap paripurnanya pelesir. Kenangan dan cerita yang
akan selalu berulang diceritakan dengan penuh rasa. Semua susah dan senangnya
silih berganti mengalir dalam rangkaian cerita pelesir.
Pelesiran menarik sangat banyak. Jika
masih ada kesempatan ingin rasanya mengunjungi Mekkah beribadah sesuai aturan
dan kemampuan. Jerman tujuan berikutnya melihat kehidupan teman yang tinggal
disana. Dubai juga menarik untuk didatangi tempat modern penuh kemewahan. Korea
perlu juga dilihat, ingin tahu seperti apa sebuah negara dapat maju dan
mendunia dengan tradisi yang masih dijaga. Tempat yang paling dekat tapi
rasanya sangat jauh, Raja Ampat, Bunaken dan Wakatobi. Pelesiran yang nampaknya
sangat alami dan penuh misteri keindahan. Mana yang duluan dikunjungi ya?Yuk
kita jalan-jalan!
Jakarta, 21 Januari 2022
Hari ke 5
30HariMenulis

0 komentar:
Posting Komentar